Ahmad Suwaifi Qoyyum Dorong Puskesmas Guluk – Guluk Menjadi Puskesmas BLUD yang Mandiri

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Ahmad Suwaifi Qoyyum inginkan Puskesmas Guluk – Guluk menjadi Puskesmas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mandiri.

Dengan begitu, Puskesmas Kecamatan Guluk-Guluk akan menjadi puskesmas yang lebih mandiri dengan status BLUD sifatnya akan lebih fleksibel.

Bacaan Lainnya

Dengan Pengelolaan keuangan sistem BLUD nantinya mampu memaksimalkan Puskesmas dalam menggunakan Pendapatan, pendapatan dari pelayanan pasien secara langsung, Ujar dia.

Mekanisme tersebut tentu saja sangat membantu, terutama dalam menyediakan obat-obatan, membayar biaya operasional dan pengeluaran lainnya sesuai dengan anggaran.

“Jadi alasan flexibelitas itu peningkatan pelayanan terhadap masyarakat dalam bidang kesehatan, fleksibel di dalam pelaksanaan anggaran, tapi tetap pada koridor aturan”, Ucap Suwaifi Rabu (28/9/2022).

Namun dalam hal ini suwaifi menyarankan kepada Dinas Kesehatan agar lebih proaktif dan serius terutama dalam melakukan pendampingan terhadap seluruh Puskesmas di seluruh Kabupaten Sumenep.

Jadi, lebih lanjut Suwaifi mengatakan, Dinas harus lebih memperhatikan pada pendampingan cara pengelolaan BLUD baik management pengelolaannya, pemberkasan, management keuangannya serta pengadaannya.

“Selama ini kami lihat Dinas kurang begitu serius dalam membangun puskesmas BLUD”, paparnya.

Politisi asal Daerah Pemilihan (Dapil) III ini menyarankan, dalam melakukan pendampingan Dinas lebih Fokus dulu pada beberapa Puskesmas yang akreditasinya cukup bagus Salah satunya Puskesmas di Kecamatan Guluk-Guluk.

Dia pun beranggapan Puskesmas Guluk-Guluk merupakan puskesmas semi mandiri, meski tatanan pelaksanaannya masih ketergantungan terhadap dinas.

“Saat Komisi IV melakukan Sidak terhadap beberapa Puskesmas, masih belum ada tahap ke BLUD, maka sekali lagi Kami katakan Dinas Kesehatan harusk betul-betul serius melakukan pendampingan kepada Puskesmas BLUD sehingga Puskesmas dapat melaksanakan sesuai mekanisme BLUD”, pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *