Ajang Siltur Grup PH, Mantapkan 23 Usulan Kriteria Calon Walikota 2020

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Dalam rangka menjelang pesta demokrasi rakyat pada Pilkada 2020 mendatang, keluarga besar grup Whatsapp Padang Howo (PH) diajang Silaturrahmi (Siltur) jilid lll menampung aspirasi dalam penentuan sosok calon seorang pemimpin Kepala Daerah kedepan.

Dengan bernuansakan kebersamaan, obrolan bertema Kopi Darat (Kopdar) dan Silaturrahmi itu mengusung persamaan persepsi dan pandangan masyarakat secara luas guna ‘Menjalin Persatuan, Menuju Pasuruan Sejahtera’.

Bacaan Lainnya

Giat Kopdar yang digelar pada Minggu 06 Oktober 2019 pukul 19.00 wib di kediaman Suci Mardiko (Mas Koko) di Perum Gading Permai, Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan itu berjalan lancar dan mencapai kata mufakat.

Acara dihadiri oleh seluruh anggota grup WA PH yang mana terdiri dari sejumlah unsur lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat menengah kebawah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, pengusaha, aktivis, budayawan, birokrat, jurnalis, komunitas dan para tokoh partai politik Kota Pasuruan termasuk para bakal calon atau kandidat Walikota dan Wakil Walikota Pasuruan.

Pada jajak pendapat atau usulan yang disampaikan pada acara Kopdar dan Silaturrahmi, terdapat ada 23 kriteria yang harus dimiliki dan dilakukan oleh seorang calon pemimpin Kota Pasuruan mendatang untuk mencapai perubahan kearah yang lebih baik.

Dari ke 23 kriteria tersebut diantaranya yaitu calon harus memiliki treck record yang baik, melayani rakyat, menyatukan elemen masyarakat, sehat jasmani rohani, tidak terlibat kasus pidana, mengerti masalah, menggali kearifan lokal, memiliki nurani, menjaga jati diri ASN, berani berfikir, menggerakkan stakeholder, pemberi solusi, menciptakan sistem sehat dan akuntabel dan menyerap anggaran.

Lanjut seperti juga pada istilah tingkat pendidikan sekolah, yakni calon harus memiliki Tingkat Kesadaran (TK), Sadar Diri (SD), Sadar Mengeani Posisi (SMP), Sadar Mengenai Akibat (SMA) dan Peningkatan Taqwa (PT), religius, memiliki integritas, mempunyai visioner dan perubahan lebih baik, strong leadership, faham pancasila, sesuai perundang undangan dan jiwa peduli.

“Terkait dengan teman teman kita yang maju dalam Pilkada, semuanya itu adalah proses dan harus kita hargai. Dimana kita harus mendukung dan memotivasi, bukan malah menjatuhkan”. Kata Gus Akhmad Sufiadji, atau yang akrab dengan panggilan Akhid dalam acara.

Dirinya juga menambahkan “Calon Pilkada harus dijabat oleh orang orang yang jujur dan familiar, baik untuk dirinya dirinya sendiri maupun kepada masyarakat. Dan bukan hanya mengumbar janji ketika dalam berkampanye”. Ungkapnya dari sosok yang pernah menjadi staff ahli di DPR RI pada tahun lalu itu.

Sementara dalam tujuan dilaksanakannya Kopdar pada tubuh anggota grup WA Padang Howo menurut Amin Suprayitno yang juga merupakan admin grup atau pencetus menyampaikan. Selain untuk menyambung tali silaturrahmi tentunya untuk menampung segala aspirasi dari masyarakat.

Selanjutnya sebagai kontrol dalam setiap kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah, baik oleh eksekutif maupu legeslatif yang mana demi kemajuan berbangsa dan bernegara yang betul betul amanah.

“Tujuan dari acara ini sebagai ajang menampung aspirasi dan kita tidak memandang calon pemimpin harus putra daerah. Yang penting harus strong dan cekatan, termasuk seperti yang sudah diungkapkan dalam forum terkait kriteria yang ada”. Tukas Amin Suprayitno. (ank/ek)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *