Akibat Serangan Hama Wereng Batang Coklat, Petani Padi di Purwosari Berpotensi Gagal Panen

  • Whatsapp

PASURUAN, Radarbangsa.co.id – puluhan hektare tanaman padi di Desa Kertosari dan Desa martopuro Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan berpotensi gagal panen akibat serangan hama wereng batang coklat. Lahan tanaman padi seluas 5 hektare juga dipastikan puso.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan kabupaten Pasuruan yang di wakili Kasi Agus yasin mengatakan, serangan hama wereng batang coklat terjadi pada lahan seluas 60 hektare, dengan rincian 40 hektare rusak ringan, 10 hektare rusak sedang, 5 hektare rusak berat, dan 5 hektare dipastikan puso.

Read More

“Sebagian sudah masuk masa panen, sehingga segera bisa dipanen. Yang belum masa panen kita laksanakan gerakan pengendalian massal sampai panen,” kata Agus di Purwosari jum’at(3/7/2020).

Berdasarkan keterangan Agus, luas tanam padi di Desa Kertosari dan Martopuro Kecamatan Purwosari sekitar 60 hektare. Untuk itu, pihaknya mengupayakan gerakan pengendalian terhadap tanaman padi dengan serangan hama wereng batang coklat supaya masih bisa panen.

“Kami berupaya serangan hama wereng batang coklat tidak meluas. Saat ini, kami dan petani berupaya melakukan gerakan penyemprotan insektisida pengendalian hama secara serempak, dan pemberian obat hama wereng batang coklat supaya tidak meluas,” katanya.

Agus mengimbau, setelah Masa tanam (MT) II atau masuk masa (MT) III, sebaiknya petani menanam padi parietas inpari 13 , 42 ,43 seperti jagung dan kedelai, sehingga dapat memutus siklus hama wereng batang coklat.

“Kami meyakini pola tanam, padi-padi- pariestas Inpari 13, 42, 43, palawija dapat memutus siklus organisme pengganggu tanaman, termasuk hama wereng batang coklat,” ujar Agus.

Sementara itu, ketua kelompok tani Rukun Tani Arif efendi Dusun Kanigoro ,Desa Kertosari , Kecamatan Purwosari meminta Pemkab Pasuruan memberikan ganti rugi atau subsidi kepada petani yang tanaman padinya gagal panen. Hal ini mengingat hasil panen diharapkan mampu mencukupi kebutuhan pangan, terlebih di masa pandemi COVID-19 saat ini.

“Petani yang tanaman padinya gagal panen harus dibantu dalam bentuk subsidi atau bantuan lainya supaya mereka tidak terpuruk pada masa pandemi COVID-19 saat ini. Pintanya.

(Ank)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *