Aktivitas SMAN 3 Kota Batu Tetap Berjalan, Biarpun Kasus Tanahnya Sedang Diproses Kejaksaan

  • Whatsapp
Siswa Siswi SMAN 3 Batu, Tetap Beraktivitas sebelum Covid-19 melanda

BATU, RadarBangsa.co.id – Berdirinya SMAN 3 yang berada di Jl.Joko Bundu No.1 Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji Kota Batu, menuai masalah hukum yang saat ini sudah ditangani Kejaksaan Negeri Kota Batu.

Penanganan kasus sekolah itu hanya mengungkap asal penyediaan tanah yang pada saat itu dibeli atas nama Pemkot Batu dari dana yang bersumber APBD 2014 silam.

Bacaan Lainnya

Pasalnya penyediaan lahan tersebut diduga ada mar up harga tanah yang tidak sesuai dengan luasan lahan sekira 8000 M2 yang sudah terbayar oleh Pemkot Batu seharga Rp.8 milyar.

Terlepas dari beberapa pejabat Pemkot Batu dan saksi-saksi lain yang turut diperiksa oleh pihak Kejaksaan Negeri kota Batu, dalam penyediaan lahan SMAN.3, hal tersebut biarlah aparat penegak hukum yang akan menyelesaikan masalah itu.

“Saya percaya kasus penyediaan lahan itu, pihak Kejaksaan akan bisa memilah antara penyediaan lahan juga proses pembangunan gedung SMAN 3, tersebut,”ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachayu Ningsih, sewaktu di konfirmasi Radar Bangsa,Selasa (14/7/2020).

” Memilah kasus disini yang kami maksut, pihak aparat penegak hukum,dalam hal ini Kejaksaan Negeri Kota Batu ,masih fokus memproses sistim dan besaran pembelian harga tanah yang dibayarkan Pemkot Batu pada tahun 2014. Jadi menginjak proses pembangunan gedung sekolahan itu, sepertinya masih belum dipersoalkan, “terangnya. Dan semoga tidak ada temuan kerugian uang negara ketika proses bangunan gedung SMAN.3 itu.

” Karena awal perencanaan pembangunan SMAN.3, berdasarkan usulan dan dorongan warga masyarakat Kecamatan Bumiaji, agar sekolah menengah negeri bisa diwujudkan dengan cepat.

Dasarnya juga di dua kecamatan yang berbeda, seperti Kecamatan Batu ada SMAN.1 dan di Kecamatan Junrejo SMAN.2 sedangkan terbaru Kecamatan Bumiaji SMAN.3, yang dipersoalkan tanahnya saat ini,”beber Kadis Pendidikan Batu. Tujuanya agar dunia pendidikan tingkat SMA yang ada di kota Batu bisa merata untuk mencerdaskan masyarakat pada dinamika saat ini.

Harapan Dinas Pendidikan Kota Batu, terkait mencuatnya kasus lahan SMAN.3, menghimbau pada seluruh wali murid, guru pengajar, agar tetap fokus dan melakukan proses belajar mengajar seperti biasanya. Dan masalah kasus pengadaan tanah penegak hukumlah yang menyelesaikan nantinya dalam hal ini Kejaksaan,”pungkasnya.

Di tempat yang terpisah Kasun Desa Sumbergondo Suliatin, ketika di hubungi melalui telepon, menjelaskan, ” maaf saya dan warga Sumbergondo masalah tanah SMAN.3 itu tidak pernah tau klau mau dibagun gedung sekolahan.

“Kami sebagai perangkat desa Sumbergondo juga kaget ketika lahan tersebut dibangun SMAN 3, Karena sepengetahuan kami, lahan yang dipersoalkan Kejaksaan Negeri Batu itu, sebelumnya milik Yayasan Muhammadiyah.

“Karena sesuai prosedur terkait jual beli tanah di wilayah desa, semua dokumen kepemilikan tanah tertera pada buku kerawangan (buku besar Leter C) hak pemegang penuh adalah Kepala Desa. “Jadi jika ada proses jual beli lahan tanah masyarakat tetap melalui Pemerintah desa sebagai pemegang surat dokumenya yang syah dipertanggungjawabkan sesuai hukum.

“Maka ketika lahan yang saat ini didirikan gedung SMAN.3, waktu dibeli Pemkot Batu, pihak Pemdes Sumbergondo tidak dilibatkan secara langsung,” terang Kasun Suliatin.

(Wan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *