Anggota Komisi IX DPR-RI dan BKKBN Provinsi Jatim Gelar Sosialisasi di Nganjuk

Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana di Monumen dr. Soetomo, Nganjuk

NGANJUK, RadarBangsa.co.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini bersama BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana bertempat di Monumen dr. Soetomo Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Turut hadir dalam acara tersebut, Eka Sulistya Edi Ningsih (Perwakilan BKKBN Pusat, Suhartuti (Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim), Widyasti Sidhartini (Kepala Dinas PPKB Nganjuk), dan Plt. Camat Kecamatan Loceret serta para tokoh masyarakat Desa Ngepeh.

Bacaan Lainnya

Dalam acara tersebut, Anggota Komisi IX, Yahya Zaini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para panitia karena telah memilih lokasi kegiatan yang memiliki sejarah panjang terhadap bangsa Indonesia.

“dr. Soetomo ini adalah Pahlawan Kebangkitan Nasional Indonesia, maka saya mengajak seluruh hadirin mengirimkan Al-Fatihah untuk almarhum,” ujar Yahya. Sabtu, (04/9/2021).

Masih dalam sambutannya, Yahya Zaini mengajak kepada seluruh peserta sosialisasi untuk meneladani sikap dan perjuangan dr. Soetomo dalam berjuang meraih kemerdekaan.

“Mari kita teruskan perjuangan beliau untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi,” papar Anggota dari Fraksi Golkar tersebut.

“Saya mengajak kepada semuanya, untuk mencegah terjadinya stunting pada bayi yang baru dilahirkan,” ajak Yahya Zaini.

Dalam kesempatan yang sama, Eka Sulistya Edi Ningsih juga menyampaikan bahwa, BKKBN berkomitmen akan menurunkan angka stunting hingga 14% pada tahun 2024 mendatang.

“Untuk mencapai target tersebut, BKKBN mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dengan berbagai progam yang telah dicanangkan,” imbuh wanita yang akrab disapa Bu Eka ini.

Melengkapi apa yang telah disampaikan, Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk menyampaikan, khusus di Kabupaten Nganjuk akan terus dilaksanakan kegiatan yang dimulai dari Hulu ke Hilir dengan melibatkan semua stakeholder dengan tujuan untuk menekan angka stunting.

(Ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *