Antisipasi Penyebaran Covid 19, Polres Lumajang Bubarkan Live Musik di Selokambang

Petugas Polres Lumajang saat membubarkan Live musik. [IST]

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id – Kapolres Lumajang AKBP Deddy Foury Millewa, S.H., S.I.K., M.I.K, melalui personil yang terlibat Ops Lilin Semeru 2020 dipimpin oleh Kasubbag Sarpras AKP Edi Santoso,S.H. dan diikuti oleh 30 Personil gabungan Polri dan 2 Personil Koramil 0821 melakukan pembubaran kerumunan masa (live music) yang dilakukan di obyek wisata selokambang di Desa Purwosono Kecamatan Sumbersuko – Lumajang, Sabtu (26/12/2020) pukul 20.30 WIB.

Kasubbag Sarpras Polres Lumajang mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut petugas menghimbau kepada panitia penyelenggara kegiatan yang mengakibatkan berkumpulnya masa dengan jumlah banyak (live musik) agar tidak melaksanakan kegiatan tersebut mengingat adanya Pandemi Virus Covid 19.

Bacaan Lainnya

“Petugas secara humanis membubarkan kerumunan agar tidak muncul klaster baru penyebaran Covid 19 di Lumajang, mohon kesadaran masyarakat untuk taat protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan,” Terangnya.

Terpisah, Kabid Destinasi Wisata Dinas Periwisata Lumajang Yudi saat dikonfirmasi media ini via telp menyampaikan bahwa acara itu hanya uji coba / soft launching buka malam wisata Alam Selokambang sebelum di buka resmi.

“Sebenarnya acara malam itu hanya uji coba atau soft launching buka malam wisata selokambang sebelum di buka secara resmi,” Ujarnya, Minggu (27/12/2020)

“Malam itu suasananya dibuat suasana cafe, ada musik sebagai teman ngopi pengunjung, bukan live musik yang mengundang banyak masa seperti live musik dangdut ataupun konser, ini hanya musik tunggal,” Imbuhnya.

Disinggung terkait ada tidaknya koordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya ?, Yudi menyampaikan bahwa sebelum acara ini dilaksanakan pihaknya sudah melakukan koor dinasi dan rapat bersama dengan pihak – pihak terkait.

“Sebenarnya sudah, hari rabu kemarin itu kami dari Dinas Pariwisata sudah melakukan rapat dengan pihak Muspika Sumbersuko, disitu yang hadir pak Camat, pak Kapolsek, pak Danramil (diwakili), terus ada dua Kepala Desa yakni Purwosono dan Petahunan, ada karangtaruna dan Bumdes disitu,” Ungkapnya.

“Kalau soal ijin resmi memang tidak ada cuma koordinasi saja,” Tambah Yudi.

Lebih jauh Yudi menyampaikan bahwa nanti kalau tidak ada halangan pihaknya akan melaunching wisata Alam Selokambang pada tanggal 01 januari 2020.

“Sebelum launching 01 jaunari 2020 kita akan evaluasi internal di Dinas Pariwisata, kekurangannya apa di situasi pandemi ini, gimana konsep acaranya, baru kita rapat koordinasi lagi dengan Kodim, Polres, Muspika dengan desa, nanti kita bahas disana, kalau misal randon acara itu oke tidak ada masalah ya kita ajukan perijinan, kalau misalnya perlu ada yabg dibenahi randon acaranya sesuai protokol kesehatan, ya sudah kita sesuaikan lagi nanti, yang jelas sebelum acara dilaksanakan kita akan rapatkan terlebih dahulu biar tidak salah lagi,” Jelasnya.

Lain halnya denganĀ  Kepala Desa Purwosono, Hendrik, terkait dibubarkannya acara musik di Selokambang menyampaiakan bahwa itu bukan live musik tapi soft opening.

“Sebenarnya itu bukan live music, tapi soft opening, Nanti grand openingnya tgl 1 Januari 2021, Live music hanya piano tunggal..dan tema nuansa lagu jazz untuk mengiringi suasana nongkrong malem,” Tulisnya via WhatsApp nya.

Hendrik menjelaskan mungkin dalam promonya ada istilah jazzy nite party, yang membuat heboh dalam situasi pandemi.

“Sepertinya ada konser music jazz.. padahal acara sebenarnya soft opening bertujuan untuk uji coba pemandian alam selokambang buka malem hari dengan menonjolkan suasana ketenangan selokambang dan enak buat nongkrong dan ngobrol ngopi,” Katanya.

“Ya padahal eventnya kecil dan kapasitas terbatas dan selektif, serta stand nongkrong didalam gak berjubel, hanya karena judul dan titel atau tema acaranya yang bahasa promosi ada kata kata PARTY dan seakan menonjolkan acara musik ditambah gratis hanya dikenakan parkir aja, kuatir membludak jadi memang perlu kalau ada langkah antisipasi dari pihak terkait, hanya kesalahan atau kurang pasnya titel, andai hanya soft opening selokambang nite Toursm yang lebih ditonjolkan itu yang aman dan asik.” pungkas Kades Purwosono.

(Azis)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *