Antisipasi Penyebaran DBD di Lamongan, Babinsa Dampingi Fogging

Babinsa 0812/26 dan Puskesmas lakukan pendampingan Pemerintah Desa melakukan fogging (Dok Foto: Istimewa /RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran virus dengue yang ditularkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti sebagai penyebab penyakit Demam Berdarah (DBD).

Selain demam berdarah dan malaria, penyakit lainnya yang juga disebabkan oleh gigitan nyamuk adalah chikungunya.

Bacaan Lainnya

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk bernama Aedes aegypti atau Aedes albopictus.

Chikungunya adalah infeksi virus yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk.

Jenis nyamuk yang menjadi penyebab chikungunya adalah jenis nyamuk yang sama dengan yang menyebabkan demam berdarah, yaitu Aedes aegypti atau Aedes albopictus.

Spesies nyamuk tersebut paling sering menggigit manusia dan menularkan virus pada pagi dan sore hari.

Oleh karena itu Babinsa dan Puskesmas lakukan pendampingan Pemerintah Desa melakukan fogging (pengasapan) dengan sasaran pengasapan di desa Warukulon kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan,” ujar Serda Sidarwan Babinsa 0812/26 Pucuk.

Di tengah pandemi Covid-19, Babinsa Pucuk tetap tidak melupakan ancaman penyakit yang di sebabkan oleh nyamuk ini.

Begitu ada permintaan dari Puskesmas, langsung bergerak melakukan pendampingan fogging. Seperti yang terlihat hari ini. Senin (27/12) pagi.

Komandan Koramil 0812/26 Pucuk Letda Inf Sugeng mengatakan bahwa selama ini memang fokus membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. Akan tetapi bukan berarti melupakan tugas yang lain, atau tugas-tugas kewilayahan.

“Banyaknya keluhan tentang maraknya penyakit lainnya yang juga disebabkan oleh gigitan nyamuk adalah chikungunya di wilayah kabupaten Lamongan terutama di wilayah kecamatan Pucuk selama musim hujan ini.

“Kita membantu sekaligus memberikan sosialisasi tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat, juga melakukan fogging untuk memberantas jentik-jentik nyamuk,” tutur Danramil.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *