Antox NasDem Minta Emak-Emak Kulon Kali Tak Hanya Jadi Penonton

KEDIRI, RadarBangsa.co.id – Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Kediri, Antox Prapungka Jaya, SE., MM, kembali mengadakan pelatihan olahan berbagai macam kue kepada puluhan emak-emak di wilayah barat sungai, dan kali ini giliran warga Desa Bakalan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa, 15 November 2022.

Hadir dalam pembukaan pelatihan tersebut di antaranya, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri, Mamiek Amiyati, SH., MH, diwakili Ratih Dewanti, S.AP., M.Si, Camat Grogol, Zaenal Mustofa, SE., MM, Kepala Desa Bakalan, Supriono, Ketua TP PKK Desa Bakalan, dan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kediri, Antox Prapungka Jaya, SE., MM.

Bacaan Lainnya

Menurut Antox, panggilan anggota dewan dari Dapil Kabupaten Kediri VI atau dikenal wilayah Kulon Kali (Barat Sungai Brantas), yang meliputi Kecamatan Grogol, Tarokan, Banyakan, Semen dan Mojo ini, pelatihan pembuatan kue tersebut dilakukan semata-mata untuk membantu program pemerintah dalam pemulihan ekonomi masyarakat pasca Pandemi Covid-19, dan mengurangi pengangguran di wilayah Kabupaten Kediri.

“Sebagaimana program Mas Bup Dhito, hari ini dilaksanakan pelatihan pembuatan kue untuk ibu-ibu warga Desa Bakalan, dengan harapan ke depan mereka dapat membuka lapangan pekerjaan baru, sehingga taraf perekonomiannya semakin meningkat,” katanya.

Anggota dewan yang sejak awal menjabat tahun 2014, hingga periode keduanya selalu getol memperjuangkan daerah Kulon Kali ini menjelaskan, sebelum di Balai Desa Bakalan, juga mengadakan pelatihan di Kecamatan Semen, tepatnya di Desa Puhsarang dan Desa Kanyoran.


“Pelatihan ini merupakan inisiasi saya sebagai anggota DPRD dengan maksud untuk pemberdayaan masyarakat dan pemulihan ekonomi pasca Pandemi Covid-19. Selain pelatihan, kami juga memberikan anggaran Pokir (Pokok-Pokok Pikiran) DPRD untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur, seperti jalan maupun irigasi pertanian, dan lain sebagainya,” ucapnya.

 

Lebih lanjut Antox menjelaskan, pelatihan ini sangat perlu diberikan kepada warga masyarakat supaya memiliki skill, sehingga dapat menentukan arah kehidupan ke depannya. Setelah mendapatkan ilmu yang matang, nantinya baru akan diberikan bantuan peralatan maupun permodalan. Sebaliknya kalau diberikan modal tanpa memiliki skill terlebih dahulu, maka akan habis percuma.

“Di wilayah Kulon Kali ini sebentar lagi akan ada Bandara, Tol, program selingkar Wilis, dan lainnya. Nantinya pasti akan menjadi ramai dikunjungi orang banyak, bukan hanya dari Kediri saja, tetapi juga daerah lain, luar pulau, bahkan luar negeri, semuanya kesini. Nah, maka dari itu, saya tidak mau warga disini cuma menjadi penonton saja, namun harus juga menjadi pelaku. Makanya kami memberikan pelatihan supaya ibu-ibu disini mempunyai skill dan ikut menikmati kemajuan jaman di tempatnya sendiri,” ulasnya.

Sementara itu, Camat Grogol, Zaenal Mustofa, SE., MM, berpesan kepada para peserta pelatihan supaya betul-betul mengikuti pelatihan dengan baik, agar nantinya ilmu yang telah diperoleh ini bisa bermanfaat.

“Kegiatan ini merupakan salah satu program Mas Bup, dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga terdampak bandara. Harapannya ketika bandara ini nanti sudah beroperasi, masyarakat Grogol dan sekitarnya bukan hanya jadi penonton tetapi juga menjadi pelaku usaha,” ungkapnya.

Camat Zaenal Mustofa juga menjelaskan, trend UMKM di wilayah Kecamatan Grogol saat ini sudah mulai meningkat, dan salah satunya Batik Panji di Desa Wonoasri. Batik Panji sangat diminati masyarakat, karena memiliki khas tersendiri, yaitu selalu ada motifnya Panji, yang merupakan ciri khas Kediri.

Sedangkan Kepala Desa Bakalan, Supriono, mengaku sangat senang sekali warganya diberikan pelatihan pembuatan kue dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri bersama Anggota DPRD Kabupaten Kediri dari Partai NasDem, Antox Prapungka Jaya, SE., MM.

“Semoga pelatihan ini bermanfaat dan dapat meningkatkan perekonomian bagi warga masyarakat, khususnya di Desa Bakalan. Apalagi Pak Antox juga menjelaskan, kalau nanti ibu-ibu sudah bisa membuat oleh-oleh yang lezat dan kemasannya bagus, juga akan dibantu kebutuhan lainnya, termasuk peralatan, permodalan, maupun pemasarannya. Maka dari itu kita harus lebih semangat dan bersungguh-sungguh,” urainya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *