AP2CS Cianjur adakan Seminar Bedah Porang dan Pengukuhan Pengurus

  • Whatsapp
Ketua Penyelenggara Seminar Bedah Porang dan Pengukuhan Pengurus Asosiaai Petani Porang Cianjur Selatan (AP2CS) Asep Rohidin. S.IP. M.Si sedang menyampaikan sambutan dalam acara Seminar Bedah Porang yang sedang digelar.

CIANJUR, RadarBangsa.co.id – Asosiasi Petani Porang Cianjur Selatan (AP2CS) selenggarakan Seminar Bedah Porang berorientasi dari hulu hingga hilir, serta mengukuhkan kepengurusan organisasi petani porang di Cianjur Selatan dibawah sebuah lembaga ASOSIASI yang diberinama AP2CS.

Porang adalah tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri. Porang dikenal juga dengan nama iles-iles. Manfaat tanaman porang salah satunya untuk bahan baku tepung.

Bacaan Lainnya

Tanaman porang tengah populer dibicarakan masyarakat, lantaran kisah sukses petaninya. Bahkan petani porang di desa Kepel, Jawa Timur, berhasil menjadi miliader karena bisnis ekspor porang.

Budidaya Tanaman Porang
AP2CS berkomitmen untuk mengembangkan budidaya tanaman porang ini, karena tanaman ini tidak banyak diketahui orang manfaatnya tapi sebenarnya bisa berpotensi menjadi komoditas unggulan di Cianjur Selatan.

Seminar bedah porang hari ini diharapkan dapat menghasilkan motivasi khusus bagi petani porang di Cianjur Selatan yang terdiri dari 14 kecamatan 161 desa. Juga mendirong petani agar dapat meningkatkan budidaya porang sehingga berbagai permasalahan yang selama ini dialami petani bisa diatasi dengan baik”.

Ketua Panitia Penyelenggara Seminar Bedah Porang dari Aliansi Petani Porang Cianjur Selatan (AP2CS) Asep Rohodin. S.IP. M.Si dalam sambutannya sebelum acara Seminar Bedah Porang dimulai menyampaikan; ‘Selama ini masyarakat ragu tentang apa itu porang, apakah kayu atau bukan? Berbagai pertanyaan dari masyarakat sehingga dengan seminar bedah porang yang diselenggarakan ini dapat memberikan gambaran umum tentang apakah porang itu sebenarnya.

Disisi lain Seminar Bedah Porang ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi masyarakat petani porang. Bicara porang, disitu ada presiden, ada pejabat, dan disitu ada kepentingan.

“Buming porang ini kiranya dapat disikapi dengan bijak, dengan baik, agar tidak terjadi kondisi pasif pada dunia pertanian. Inilah alasannya pada hari ini dihadirkan pemateri dari berbagai disiplin ilmu tentang porang. Ada peneliti dari UGM Bagian Pangan dan Hortikultura, Ahli kimia, Eksportir dan pemilik pabrik dan opteker yang memfasilitasi petani dengan pihak perbankan, ada pemerhati porang, ada tokoh masyarakat.

Dari pantauan langsung Media Nasional Cetak dan Online RadarBangsa.co.id, peserta seminar terdiri dari; Ir. Andi Murpy (Direktur Industri/Alumni Teknik Kimia ITB), DR. Sri Rahayoe. STP. MP (zoom meeting) seorang dosen/peneliti tanaman porang dari UGM, Drs. Yeyet. M. Hum (Motivator dan sesepuh pegiat porang), H. Dian Rahadian. SH (Direktur PT. SANINDO PORANG BERKAH), IBNU Tanjung praktisi SISILE Istana Porang dari Madiun (Trainer olahan porang Nusantara), Eko Suprianto (penulis/pemerhati porang), praktisi petani porang dari Bandung Barat, Pangandaran, Garut, Cianjur, perwakilan petani porang dari 14 kecamatan 161 desa di Cianjur Selatan, Ketua Asosiasi Tanaman Porang Jawa Barat, mahasiswa STIE, tidak ketinggalan sejumlah jurnalis turut hadir dalam acara seminar bedah prorang ini untuk meliput serta pemateri, seperti; dari Trubus, Republika, RadarBangsa.co.id, di Kampus SMA Plus Bahrul Ulum Cidaun, Ahad (21/11/2021).

Di akhir sambutan, Asroh sampaikan yel-yel petani porang. PPKM (Petani Porang Kaya Mendadak).

Ketua Aliansi Petani Porang Cianjur Selatan Adang Rekza menyampaikan; “Hari ini akan di deklarasikan atau dikukuhkan pengurus inti AP2CS, tujuannya, petani porang yang ada di Cianjur Selatan bisa menjadi penghasil porang unggulan di Cianjur Selatan.

Petani porang di 14 kecamatan dan 161 desa Cianjur Selatan dapat membudidayakan tanaman porang sampai akhirnya menjadi sentral budidaya tanaman porang di daerah Cianjur, Jawa Barat, bahkan Nasional.

“Secara terus menerus membumingkan tanaman porang di Cianjur ini adalah Asep Rihidin bersama Adang Rekza, dengan cara membrending di berbagai laman media sosial, debgan harapan porang di Cianjur Selatan itu dapat terkenal.

Alhamdulillah, saat ini Allah meridhai sehingga terbentuk Asosiasi sekaligus melakukan MoU dengan pihak pengusaha industri olahan porang, sehingga petani porang di Cianjur Selatan dapat dinaungi melalui Asosiasi yang barusan dibentuk. Sekaligus petani porang di Cianjur Selatan ini dapat perhatian dari berbagai pihak.

Kepala UPTD BPP Sindangbarang Agrabinta; ‘Sangat mendukung terutama bagi rekan-rekan yang bergerak dibidang pertanian. Cianjur Selatan ini cukup luas baik dari sisi lahan, maupun sumber daya manusianya, “memang perlu” suatu organisasi untuk menggerakkannya ini.

Diharapkan, dengan adanya pengembangan porang ini Cianjur akan lebih eksis dari sisi pertanian, karena Cianjur Selatan masih banyak lahan-lahan yang belum tergarap.

Dengan adanya AP2CS serta seminar bedah porang ini dapat menjadi acuan untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat Cianjur Selatan secara khusus.

Dan untuk lebih besar lagi alangkah bagusnya dikolaborasikan dengan petani porang yang ada di Cianjur Utara.

Petani Porang Cianjur sampai sekarang belum terlihat dari pandangan pusat. Sarannya.

Secara umum, petani kita baru sebatas budidaya, belum mengarah kepada agrobisnisnya, dengan adanya Asosiasi ini diharapkan menjadi jembatan untuk mempersatukan antara hulu sampai hilir.

Kepala desa Karangsari Hasan Ahmad, S.Pd menyampaikan; “dari berbagai informasi Tanaman porang bila di kelola dengan benar lagi baik, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Atas nama pemerintah desa Karangwangi sangat bangga dengan kegiatan yang diselenggarakan, ucapan selamat datang pada parapelaku, mentor, umumnya yang hadir dalam acara Seminar Bedah Porang ini. Dimana porang merupakan salah satu alternatif dalam meningkatkan pertanian.

Pemerintah desa Karangwangi sangat mengapresiasi dengan diangkatkannya seminar ini.

Untuk mewujudkan peningkatan perekonomian masyarajat, salah satunya bagaimana masyarakat bebas dari covid-19 dengan vaksinasi. Dalam acara seminar ini penerapan PPKM tidak boleh lepas karena salah satu upaya membangkitkan ekonomi yaitu masyarakat harus bisa vaksinasi 70%.

Volume vaksinasi di desa Karangwangi sekarang baru 46,77% sasarannya 70% dari 5282 sasaran, baru tercapai 2.200 berarti belum setengahnya sampai saat ini.

Ibnu Tanjung seorang praktisi juga menyampaikan hasil produksi dari umbi porang serta nilai harganya di tingkat pengepul sampai eksportir.

Manfaat porang ini banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem dan “jelly” yang beberapa tahun terakhir kerap diekspor ke negeri Jepang.

Umbi porang banyak mengandung glucomannan berbentuk tepung. Glucomannan merupakan serat alami yang larut dalam air biasa digunakan sebagai aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental, bahkan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan lem ramah lingkungan dan pembuatan komponen pesawat terbang.

Porang adalah tanaman yang toleran dengan naungan hingga 60%. Porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl. Bahkan, sifat tanaman tersebut dapat memungkinkan dibudidayakan di lahan hutan di bawah naungan tegakan tanaman lain.

Untuk bibitnya biasa digunakan dari potongan umbi batang maupun umbinya yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak (bubil) yang ditanam secara langsung.

Umbi porang saat ini masih banyak yang berasal dari hutan dan belum banyak dibudidayakan.

Ada beberapa sentra pengolahan tepung porang saat ini, seperti di daerah Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung serta Maros.

Koordinator paguyupan Cianjur kidul, sekaligus presedium pemekaran cianjur selatan; “Menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dimana 14 kecamatan 161 desa ingin mandiri memiliki pemerintahan di Cianjur Selatan, oleh karena itu “seluruh potensi pertanian yang ada, kita punya lahan yang cukup luas, dan di olah oleh tangan-tangan yang memiliki sumber Daya Manusia (SDM) ini sangat bermanfaat”.

Harus ada kolaborasi, dan coba untuk diwujudkan, 1. Ada dukungan dari pemerintah baik kabupaten sampai ke desa bahkan lebih bawah lagi dari itu, sehingga para petani porang terasa ada dukungan dari pemerintah. 2. Ada dukungan dari kalangan intelektual, melihat dari format acara seminar ada kolabirasi pihak akademik dari berbagai Universitas atau Perguruan Tinggi, secara tidak langsung kegiatan ini akan berhasil dimana mereka akan menjadi mentor-mentor buat kita disini. Apalagi tempat penyelenggaraannya berada dilingkungan pendidikan, mencerminkan ada kegiatan mandala.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *