Apes! Baru 2 Hari Bertugas, Kapolres Sampang Ditimpa Masalah yang Melibatkan Anggota

Bupati Sampang Dan Kapolres Bersama Pengasuh Ponpes Darul Amin Dusun Somber Telor Desa Pandiyangan Kecamatan Robatal

SAMPANG, RadarBangsa.co.id – Baru dua hari sejak sabtu 22/8 digelarnya Serah Terima Jabatan (Sertijab) AKBP Abdul Hafidz Kapolres Sampang Madura Jawa Timur ditimpa masalah yang melibatkan institusi Polri

Masalah semakin pelik karena Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Amin dusun Sumber Telor Desa Pandiyangan Kecamatan Robatal yang dikenal mempunyai banyak santri dan Alumni

Bacaan Lainnya

Terjadi insiden penangkapan oleh Satresnarkoba Polsek Robatal terhadap santri serta keluarga santri yang masih belia dan diduga terlibat penyalah gunaan narkoba di area Ponpes Darul Amin senin petang 24/8

Santri dan adiknya yang belakangan di ketahui akan menjenguk sang kakak itu di gelandang ke Polsek Robatal

Belum puas menangkap sasaran, dua petugas Polsek Robatal kembali ke Ponpes hendak mengambil sepeda motor yang dikendarai oleh adik dari santri tersebut dan sedang parkir di Pos keamanan dekat Ponpes

Nahas, Pengasuh Ponpes dan santri serta keluarga santri yang sedang menjenguk keluarganya tidak terima dengan penangkapan yang dilakukan petugas

Selain dinilai karena penangkapan tidak jelas dan diduga ada unsur rekayasa, juga tidak berkoordinasi dengan Pengasuh Ponpes saat penangkapan

Tak pelak kedua petugas itu menjadi sasaran emosi dari santri berikut keluarga santri serta Alumni yang sedang berada di Ponpes

Beruntung Pengasuh dan Pengajar di Ponpes berhasil meredam situasi untuk selanjutnya kedua petugas itu di bawa ke salah satu ruangan guna di mintai keterangan

Sementara di luar ruangan makin banyak Ulama dan santri dari Ponpes lain berdatangan memberikan dukungan

Karena situasi mencekap malam itu juga Bupati Sampang H Slamet Junaidi dan Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz bertindak cepat mendatangi lokasi

Setelah dilakukan mediasi dengan KH Abdul Malik Nawawi dan Pengasuh yang lain terjadi islah dengan sejumlah tuntutan kedua belah pihak saling menahan diri dan mengembalikan sasaran penangkapan maupun petugas yang diamankan dari amuk massa

Selain itu pihak Ponpes meminta agar Polisi yang terlibat ditindak tegas serta di pindah tugaskan
“Saya akan bertanggung jawab dengan permasalahan ini dan percayakan kepada saya, Kapolres serta para Kiai,”tegas H Slamet Junaidi kepada massa yang makin berdatangan seraya meminta nya kembali ke rumah masing masing

Terpisah, kepada wartawan Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz menegaskan pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan

Diakui, kedatangan petugas untuk melakukan penyelidikan penyalahgunaan narkoba

Menurutnya kasus ini unik dan sudah mencuat ke publik sehingga di putuskan tidak dilanjutkan penyelidikan saat itu dan akan kembali di lidik lain waktu

Tidak terima dikatakan telah menyekap petugas, Mohommad Ulil Absor putra dari KH Abdul Malik Nawawi Pengasuh Ponpes Darul Amin kepada wartawan selasa 25/8 membantah telah menyekap petugas
“Kami hanya mengamankan dari amuk massa untuk meredam situasi, bahkan kami perlakukan sebagai tamu seperti biasanya,”pungkas Mohammad Ulil Absar

Ia juga menjelaskan kronologi ditangkapnya santri dan adiknya yang diduga sarat dengan rekayasa

Informasi yang dihimpun reporter RB kasus ini menjadi perhatian petinggi Polda Jatim, bahkan pagi ini ada Tim dari Polda Jatim yang melakukan investigasi ke Polsek Robatal.

(Her)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *