Asuransi Usaha Tani Padi harus dapat di Rasakan oleh Petani

Koordinator Kepala Bidang Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Demokrasi Rakyat Bawa Indonesia (LSM DRBI) Ahmad Masturi

INDRAMAYU, RadarBangsa.co.id – Asuransi usaha Tani Padi (AUTP) merupakan Program Asuransi yang digalakkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. untuk para petani padi, baik petani pemilik Lahan maupun petani penggarap.

Sementara. Koordinator Kepala Bidang Dewan pimpinan pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Demokrasi Rakyat Bawa Indonesia (LSM DRBI) Ahmad Masturi pada sabtu (8/1/2022) mengatakan tujuan Kementerian Pertanian memberikan subsidi Premi AUTP adalah untuk memberikan perlindungan kepada petani jika terjadi gagal panen akibat banjir, kekeringan, dan serangan organisme pengganggu tanaman. Maka dengan adanya AUTP petani dapat memperoleh ganti rugi dari asuransi jika mengalami gagal panen.

Bacaan Lainnya

Lanjut, Ahmad, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sangat diperlukan Oleh para petani padi untuk menanggulangi kerugian disektor pertanian, yang disebabkan oleh faktor alam dan OPT, juga AUTP bisa untuk persyaratan KUR (Kredit Usaha Rakyat) Pertanian. ungkapnya.

Masi Kata Ahmad, Petani Jangan ragu untuk mendaftar AUTP karena program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan bagi petani. Biaya premi yang perlu dibayarkan sudah di subsidi secara langsung dari pemerintah pusat dengan mengalokasikan dana APBN. katanya

Premi AUTP per hektar per musim tanam yaitu sebesar Rp.180 ribu rupiah dan Premi tersebut di Subsidi oleh pemerintah sebesar Rp.144 ribu rupiah per hektar per musim tanam, Jadi petani hanya membayar premi sebesar Rp. 36 ribu rupiah.tambahnya

Lebih Lanjut Lagi, Ahmad, bahwa uang klaim Asuransi bukan Bantuan Sosial, namun Uang klaim asuransi yang diperuntukan bagi petani yang ikut asuransi dan Uang Klaim tidak dibagi secara di Bagi Rata. Hanya petani yang ikut asuransi saja yang berhak mendapatkan Uang klaim asuransi.

Mengingat Uang Klaim AUTP rawan ada penyelewengan, maka Kami berharap Kepada Kementerian Pertanian agar Meminta Kepada PT. JASINDO supaya ada Keterbukaan Informasi tentang Informasi Nama- Nama Petani yang dapat Klaim Asuransi karena Premi yang di bayar sebesar 80 persen di Subsidi Oleh Negara.ungkapnya

Ahmad, menambahkan percuma, Negara membayar subsidi Premi Asuransi usaha Tani Padi (AUTP) jika para Petani tidak merasakan sepenuhnya uang klaim tersebut.

Soalnya diduga PT. JASINDO Tidak ada Keterbukaan Informasi untuk Umum tentang siapa yang mendapatkan uang klaim asuransi tersebut.

Yang ada sekelompok oknum memanfaatkan kesempatan tersebut dan hal itu bisa juga merugikan Keuangan Negara. Karena Negara membayar Subsidi Asuransi Usaha Tani Padi Petani tidak sepenuhnya dapat merasakannya. Pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *