Bacawali Sutjipto Joe Angga Gaungkan ‘Panca Solusi’ untuk Benahi Kota Surabaya

  • Whatsapp
Sutjipto Joe Angga / Net

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Sembari menunggu surat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan, Bacawali Surabaya 2020 Sutjipto Joe Angga (SJA) tetap fokus melayani dan membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Politisi senior PDIP ini terus mendalami berbagai permasalahan yang ada di kota Surabaya. Sambil mencari solusi dan membangun relasi untuk menyelesaikannya.

Read More

Seperti masalah pendidikan di kota Surabaya, terkair sistem Zonasi PPDB SMP, ia menanggapi dengan ‘enteng’. “Saya setuju dengan sistem Zonasi, dikarenakan kota Surabaya merupakan kota metropolitan. Sejatinya ini pusat pendidikan di tiap sudut wolayah di kota Surabaya.

“Karena beban kebutuhan suatu keluarga sudah banyak tergerus untuk mencukupi biaya anaknya menempuh dunia pendidikan. Mulai dari bensin, pulsa, uang saku bisa-bisa rogoh kocek sampai 50% dari pendapatan suatu keluarga itu,” ungkapnya saat ditemui di RM Bumas, Villa Bukit Mas, Dukuh Pakis, Surabaya. Sabtu, (04/7/2020).

Ia melanjutkan, dengan sistem zonasi dari pusat ini, seharusnya pemerintah kota (Pemkot) Surabaya betul-betul siap membangun dan memaksimal segala potensi sekolah di wilayah Surabaya.

“Artinya, mari kita berfikir yang sederhana, suatu sekolah bukan penentu kesuksesan anak meraih cita-citanya. Melainkan anak itu sendiri yang menentukannya,” ujar Alumnus West London College tersebut.

Terkait dengan Surat Ijo, kata Cak Angga, sapaan akrabnya, ia punya strategi yang khusus dan efektif untuk menyelesaikan permasalahan itu. Karena dia sendiri tau celah perdata dan pidananya yang sesuai aturan perundang-undangannya mampu mewujudkan harapan masyarakat Surabaya itu terbebas dari jeratan Surat Ijo.

Pengusaha terkenal Surabaya ini juga tidak luput dari kepedulian sesama, beberapa pekan yang lalu ia juga membantu bayi hidrosefalus untuk meringankan beban kesehatan dan ekonomi keluarganya. Tak hanya itu, SJ Angga juga memberikan bantuan usaha agar menghidupi semua kebutuhannya.

Tidak beberapa lama hari yang lalu juga, Cak Angga bersinergi dengan Komunitas Tolong Menolong (KTM) membantu seorang kakek yang merawat cucunya yang sedang sakit selama 17 tahun hingga akhirnya keluarga mereka bisa bertempat tinggal di hunian yang layak.

Mengenai kesehatan, dengan masa pandemi Covid-19 ini, ia menyesali dan menyayangkan masih ada yang menjadikan lahan bisnis. Mulai dari biaya rapid test atau swab yang melonjak tinggi. Yang paling ramai masalah pemakaman pasien Covid-19, masih ada biaya untuk memakamkan yang harus dirogoh kocek suatu keluarga.

“Kita harus terus berteriak pada pemerintah, tidak boleh pandemi Covid-19 ini jadi momentum lahan bisnis baik itu pihak dari negeri maupun swasta. Seharusnya anggaran pemerintah yang digelontorkan untuk Covid-19 betul-betul digunakan maksimal. Supaya pelayanan kesehatan bagi calon dan/atau pasien Covid-19 tidak disalahgunakan,” tegasnya.

Dari beberapa uraian masalah itu, Bacawali yang memiliki tagline ‘Surabaya Juara Bersama Angga’ ini mengatakan, ia menyiapkan solusi itu dengan ‘Panca Solusi’. Yang pertama, penuntasan Surat Ijo. Kedua, kasus Pasar Turi yang tak kunjung selesai.

“Ketiga, membangun THR Mall menjadi Mall Little Surabaya yang berisikan 10 ribu stand atau kios. Keempat, penuntasan banjir dengan sistem Smart Tunnel. Kelima, membangun Rumah Susun Sewa Murah dan LRT. Supaya sosial kemasyarakatan dan transportasi publik bisa terjangkau,” bebernya.

Di akhir wawancara, ia kembali menegaskan, siapapun nanti yang direkom PDI Perjuangan akan terus bersama-sama diperjuangkan. Ia juga sudah berkomunikasi dengan pimpinan partai tingkat pusat sampai bawah berharap memilih kemampuan calon pemimpin yang pengalaman dan yang tak punya musuh banyak.

“Walaupun di banyak berita Puti Guntur Soekarno tidak menyatakan niat maju di Pilwali Surabaya, tetapi dengan kondisi ini, seharusnya PDIP mampu menggandengkan mbak Puti dengan saya.

Karena internal dan publik sendiri tahu mbak Puti bisa menyatukan suara PDIP dan mampu menarik simpatisan masyarakat. Demikian saya sendiri bisa mendapatkan suara dari luar itu (non PDIP -red), dan tidak memiliki musuh politik yang kuat lainnya,” tutup Cak Angga.

(Ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *