Bagus Banget Perangkat Desa Betro Ini Diduga Melakukan Korupsi

0
562

Pasuruan,radarbangsa.co.id – Tepat pada hari Rabu, 01-05-2019. Di kantor Desa Betro, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, tidak seperti biasanya yang cenderung damai dan asri, sa’at itu suasana malah sebaliknya, banyak kerumunan warga yang datang ke kantor desa menuntut ada transparansi terkait dana PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang bersumber dari portal, yang selama ini di kelola oleh kasun (Ririn Rohmawati).

Warga sekitar selama ini cuma menduga-duga dengan gaya kehidupan Ririn Rohmawati sebagai kasun, warga menilai gaya kehidupan dia meningkat drastis sehingga mengundang kecurigaan warga sekitar, dari mana dia mendapatkan uang atau kekayaan, sehingga warga kepoh, selidik punya selidik ternyata kasun Ririn Rahmawati mengelola uang portal yang sumbernya dari galian C setempat,

Menurut informasi yang di himpun oleh media radar bangsa salah satu warga yang tidak mau di sebutkan namanya memberikan keterangan, bahwa pembukuan setoran uang yang di berikan dari orang kepercayaan galian C dengan laporan yang di lakukan oleh kasun Ririn Rohmawati tidak sama/alias selisih dan keselisian pembukuan tersebut tidak main-main di perkirakan sekitar 250 jutaan angka yang cukup fantastis, keterangan tersebut juga di ungkapkan oleh kadesnya sendiri, bahwa laporan yang dia buat (Ririn Rohmawati) selisih sehingga pihak kepala desa tidak dapat membela perangkat tersebut, karena fakta di lapangan menunjukkan ada kecurangan dalam pembukuan/laporan, sehingga beberapa warga melaporkan kasus ini ke tindak pidana korupsi (TIPIKOR) polres Pasuruan,

Salah satu lembaga LSM KPK (Komunitas Pemberantas Korupsi) pun sa’at itu turun mencari data atas kebenaran informasi yang di sampaikan oleh warga atas kasus ini, lagi-lagi Ririn Rohmawati mencari masalah lain, Anggota LSM KPK yang baru mampir di warung kopi tengah alas di foto yang tanpa seijin kepada yang bersangkutan maksud dan tujuannya tidak jelas untuk apa, Anggota LSM KPK (Komunitas Pemberantas Korupsi) ahirnya menilai bahwa Ririn Rohmawati mengalami trauma/ketakutan yang luar biasah dengan masalah yang dia hadapi, sehingga setiap orang yang tidak di kenalnya pun di curigai, orang yang di rasa bukan warga sekitar di anggap akan menangkap Ririn Rohmawati, sehingga Ririn memasang antek-anteknya untuk mengawasi beberapa tempat yang biasa di gunakan untuk mangkal/tongkrongan, hal ini tentu menyalai aturan dan tidak sembarangan tentunya, semuanya sudah di atur dalam undang-undang, seorang media/lsm saja bila mau melakukan tugasnya harus mohon ijin dulu kepada yang bersangkutan dan jelas-jelas dilindungi oleh undang-undang apalagi orang biasa tentu tidak di benarkan karena bila yang bersangkutan tidak bisa menerimanya maka yang melakukan akan di kenakan undang-undang ITE (Informasi Transaksi Elektronik).

Menurut keterangan dari Rony salah satu anggota LSM KPK (Komunitas Pemberantas Korupsi) akan melakukan pelaporan atas tindakan yang di lakukan oleh antek-anteknya Ririn Rohmawati sehingga Ririn bisa terancam pasal berlapis, baik pidana yang di duga melakukan KORUPSI maupun melanggar Undang-Undang ITE.bersambung (Zainul).

LEAVE A REPLY