Balita Berusia 1,5 Tahun Ditemukan Membusuk di Surabaya

Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak memberikan keterangan Press. (Dok Foto Pribadi)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Tragis, keji kejam seorang ibu warga Silawankerto, Kota Surabaya Jawa Timur bantu suaminya melakukan kekerasan fisik dan penganiayaan terhadap anak kandung sendiri berusia 1.5 tahun hingga meniggal dunia, membusuk dan mengeluarkan bau menyengat di rumah nenek korban.

Menurut hasil pematauan Fan Litigasi dari Tim Litigasi dan Rehabilitasi Sosial Komnas Anak, kasus kekerasan fisik diikuti dengan penganiayaan diawali dengan kekesalan ibu kandungnya atas kerewelan anaknya, lalu melakukan kekerasan fisik dengan cara memukul, menendang, hingga membenturkan kepala anaknya ke tembok kamar serta membanting tubuh korban ke tempat tidur dan disinyalir dilihat dan diketahui ayah korban.

Bacaan Lainnya

Pada saat kedua orangtuanya menghadiri salah kegiatan di Yojakarta ibu korban menitipkan anaknya yang masih Balita itu ke Nenek korban di Silawankerto, menurut keterangan Polisi dan warga setempat diduga korban dititipkan ibu korban sudah dalam keadaan sakit dan Kritis.

Mengingat keterbatasan nenek korban, ternyata korban sudah meninggal dunia selama empat hari di kamarnya.

Mencium aroma tak sedap dan menyengat dari rumah nenek korban lantas warga masyarakat Silawankerto melaporkan kejadian tragis dan keji ini kepada Polisi dan saat ini pelaku ibu korban telah ditangkap dan ditahan di Polrestabes Surabaya untuk dimintai pertanggungjawan atas perbuatannya.

Atas peristiwa tragis dan sadis ini Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai Institusi Perindungan Anak independen mendesak dan mendorong Polrestabes Surabaya menjerat pelaku dengan ketentuan pasa 81 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua atas UI RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan acaman penjara maksimal 15 tahun penjara.

Mengingat pelakuya adalah orangtua kandung korban maka pidana pokok dapat ditambahkan sepertiga dari pidana pokok sehingga pelaku dapat dipidana 20 tahun penjara, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam keterangan pressnya setelah mendapat Laporan dari Tim Litigasi dan Rehabilitasi Sosial Anak di Surabaya Selasa (28/06/22).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.