Bantu Bangkit di Masa Pandemi : Dosen dan Mahasiswa ITS Dampingi UMKM Dapatkan Izin Edar

  • Whatsapp
Ilustrasi/Net

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Di tengah kelesuan penjualan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada masa pandemi, tim dosen dan mahasiswa ITS merasa wajib berkontribusi membantu UMKM untuk bangkit dari keterpurukan. Tim ini mengamati bahwa masih banyak UMKM yang belum memiliki izin edar produk sehingga pemasaran yang lebih luas belum dapat dilakukan.

Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat yang diketuai Dosen Teknik Informatika ini intens mengadakan beberapa kegiatan selama empat bulan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dengan kelas halal pada tanggal 2-7 Agustus 2021sebagai dasar pengetahuan bahan pangan dan manajemen halal.

Kemudian dilanjutkan dengan pendampingan selama tiga bulan.

Tim pengabdian masyarakat melakukan pendampingan serta membantu UMKM dalam mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin edar produk. Berdasarkan produk yang dijual mitra UMKM, tim pengabdian masyarakat mendampingi pengurusan izin edar P-IRT dan BPOM.

Adhatus Solichah A, ketua tim pengabdian masyarakat, menyatakan bahwa pendampingan pengurusan izin edar adalah bagian dari grand design menuju sertifikasi halal. “Tahun lalu, target kami adalah mitra UMKM aware pentingnya pengetahuan bahan pangan dan manajemen halal.

Nah, tahun ini kami tingkatkan sampai dengan pengurusan izin edar. Secara bertahap, semoga tahun depan bisa lanjut lagi ke pengurusan sertifikasi halal,” terangnya.

Sebagai tindak lanjut dari proses pendampingan pengurusan izin edar, tim pengabdian masyarakat memberikan apresiasi kepada mitra UMKM dengan menjadikan mitra UMKM sebagai binaan Pusat Kajian Halal ITS yang ditandai dengan pemberian QR Code keanggotaan.

Depi, salah satu mitra UMKM menuturkan bahwa pasca mengikuti pelatihan Kader Penggerak Halal, banyak pengetahuan yang didapatkan dalam menekuni usaha kuliner. Pertama, pentingnya izin edar dan label halal dalam pembuatan produk makanan.

Kedua, pengetahuan mengenai cara memilih bahan mentah, baku, pendukung, dan kemasan yang halal. Ketiga, pentingnya menjaga proses produksi dari hal – hal yang haram.

Yang terakhir, adanya sesi games berisi materi yang menambah semangat dalam mengikuti pelatihan. Lebih lanjut, Depi berharap Pusat Kajian Halal ITS dapat senantiasa mendampingi para UMKM dengan menjadi problem solver permasalahan yang dihadapi para UMKM binaan. Dengan demikian, UMKM binaan dapat terus maju.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *