Bantuan Dana Hibah dari DPRD Gresik Untuk Usaha Mikro Melalui Diskoperindag, Lemah Pengawasan

Rantang plastik yang disalurkan ke penerimah bantuhan (Doc Yud/RB)

GRESIK, RadarBangsa.co.id – Pemberian bantuan Hibah dari DPRD melalui Diskoperindag Kabupaten Gresik ke beberapa kelompok penerima sudah di salurkan akan tetapi banyak kejanggalan dengan barang yang diberikan hampir tidak sesuai dengan proposal pengajuan diduga lemah pengawasan.

Pantauan awak media di beberapa wilayah kecamatan Cerme dan Benjeng Kabupaten Gresik barang yang diberikan tidak sesuai dengan proposal pengajuan.

Bacaan Lainnya

Salah satu Kelompok Masyarakat (Pokmas) di Kecamatan Benjeng yang namanya tidak mau disebut (red_) mengatakan untuk penerimaan hibah tidak sesuai dengan yang diajukan,” Contoh Elpiji disini hanya ada tabung kosongan dan tabung bekas,” terangnya.

Lebih parah lagi kata salah satu Pokmas, untuk pengiriman tabung Elpiji jumlah yang dalam pengajuan sebanyak 49 buah ternyata yang di kirim cuma 17 buah, ” Sedangkan yang diberikan itu tabung elpiji bekas dan kosong tidak berisi, serta untuk kulkas yang seharusnya 2 pintu diganti dengan kulkas 1 pintu itu merk yang dikirim merk produk cina (kW),” jelasnya.

Sementara ditempat terpisah seperti di Kecamatam Cerme, juga ada salah satu kelompok penerima merasa kecewa dengan barang yang diterima, seperti yang disampaikan oleh salah satu pokmas yang tidak mau disebut namanya saat ditemui media RadarBangsa. Rabu (04/01). “Tidak cocok mas masak katering kok rantang plastik kayak ngirim nag sawah ae (Seperti Ngantar ke Sawah),” ujarnya dengan nada kesal.

Sementara Kepala Dinas (Kadis) Diskoperindag Gresik Malahatul Fardah, menjelaskan, mengenai barang yang tidak sesuai itu dikarenakan harga pengajuan barang dengan harga E katalog lokal, “Jadi kami menyesuaikan dengan nominal anggaran karena kami belanja dengan sistem online, dan kami sudah membuat kesepakatan dengan penerima manfaat jika ada barang yang dikirim tidak sesuai dengan proposal pengajuan ke menerima barang tersebut,” jelasnya saat dikonfirmasi RadarBangsa. Rabu (04/01).

Lanjut kata Fardah, mengenai tabung elpiji bekas yang dikirim ke penerima manfaat pihak Diskoperindag tidak mengetahui “Jika ada tabung yang dikirim ternyata tabung bekas bukan tabung baru,” tambahnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *