Basmi Hama Tikus di Sawah, Petani Desa Betro Mojokerto Terpaksa Memakai Cara ini

  • Whatsapp

MOJOKERTO, RadarBangsa.co.id – Para petani di Desa Betro Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto Jawa Timur saat ini resah, karena tanaman yang ada lahan sawah mereka rusak diserang hama tikus.

Akibatnya, tanaman berupa padi dan kangkung serta tanaman – tanaman lain nya rusak bahkan mati, sehingga para petani di Desa Betro ini gagal panen akibat serangan hama tikus yang kian menjadi.

Bacaan Lainnya

Untuk menekan kerugian lebih besar lagi, maka para petani padi yang tergabung di Kelompok Tani Desa Betro ini bersama Pemerintah Desa dibantu PPL Desa Betro, Alfiah dan Rekannya Effendi, Jum’at Sore ( 12 / 11 / 2021 ) melakukan ” Gerakan Membasmi ” hama tikus melalui media Yuyu atau ketam yakni sejenis hewan kepiting sungai berukuran kecil yang ditaburi bahan kimia sebagai umpannya, yang diletakkan di lubang lubang tikus yang meresahkan petani itu.

Ketua Satgas Pemberantasan Hama Tikus di Desa Betro Surip bahwa upaya pemberantasan Hama Tikus dengan bahan Kimia Melalui media Yuyu ini terpaksa dilakukan oleh para petani di Desa Betro, sebab banyak para petani yang gagal panen akibat diserang hama tikus.jelasnya

” Hama hama tikus ini sudah sangat meresahkan para petani yang ada di Desa Betro, dan ini sudah sangat parah. banyak petani yang gagal panen akibat tanamannya dirusak atau dimakan tikus, makanya kami terpaksa harus melakukan langkah cepat Untuk membasmi tikus tikus yang meresahkan para petani di Desa Betro dengan cara meracuni tikus melalui bahan kimia ditabur ke Yuyu atau ketam yang ditebar di lubang lubang atau jalan yang yang dilalui tikus” ucap Cak Surip.tambahnya

Sementara itu, Kepala Desa Betro Sutrikno menjelaskan bahwa upaya pembasmian hama tikus dengan cara meracuninya lewat media Yuyu atau ketam ini sangat terpaksa dilakukan oleh para petani di Desa Betro, sebab kondisinya sungguh sangat parah.jelasnya

” Sebelumnya kami sudah melakukan cara mengusir hama tikus melalui pengendalian hama terpadu secara alam sesuai petunjuk dari PPL, tapi cara ini ternyata tidak berhasil mengusir hama tikus, bahkan kian hari hama tikus ini kian merajalela, tiap malam hama tikus ini merusak dan memakan tanaman para petani, baik padi, kangkung dan tanaman lainnya yang ada di Desa Betro ini sehingga para petani di Desa kami sering gagal panen” terang Lurah Betro Sutrikno didampingi Polo Yaya dan Bayan.

Masi, Lurah Sutrikno , bahwa umpan – umpan tikus berupa yuyu atau ketam yang sudah ditaburi sejenis bahan kimia (Racun Tikus) ini dipasang di dekat lubang lubang sarangnya hama tikus atau jalan yang dilalui yang dipasang pada sore hari, dan pada malam harinya Tikus itu Keluar dari lubangnya untuk mencari makan, dan kita telah menyediakan menu makanan tikus malam hari berupa yuyu yang telah ditaburi bahan kimia sebagai makanan tikus malam hari,

Dan cara meracuni tikus seperti ini sangat ampuh, sebab pada pagi harinya akan terlihat bangkai – bangkai tikus sudah bergelimpangan dimana-mana pada lokasi yang dipasangi umpan umpan Yuyu pada sore harinya itu.

Menurut Lurah Sutrik, sebelumnya berbagai cara sudah mereka lakukan untuk membasmi hama tikus.jelasnya

Mulai dari pengendalian Hama Tikus secara alam, sesuai petunjuk PPL, hingga gropyokan atau menangkap tikus secara langsung termasuk juga dengan cara pengasapan pada lubang tikus, tapi semua itu tak berhasil mengusir tikus, dan usaha kita selama ini sia sia saja.

Lurah Sutrik menjelaskan, saat ini hama tikus di Wilayah Betro dan sekitarnya kian menjadi jadi saja, sebab padi yang baru ditanam, rusak dimakan tikus. akibatnya, petani menanam ulang padinya hingga 2 kali. Sehingga para petani merugi, karena harus mengeluarkan biaya tambahan untuk melakukan perawatan padi, Dan untuk program tahun depan pihak Pemdes Betro akan membuat program mengusir hama tikus melalui Burung.tambahnya

Dilain pihak, Lurah Sutrikno juga berharap pemerintah Kabupaten Mojokerto segera turun tangan, untuk mencari solusi penanganan hama tikus, agar tidak merugikan para petani, baik para petani di Desa Betro ini dan juga para petani yang ada di Kabupaten Mojokerto.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *