Begini Cara Pemdes Maesan Perlakukan Makam Pendiri Desa

  • Whatsapp
Selamatan sebelum dimulainya renovasi Makam Eyang Hasan Rawi

KEDIRI, RadarBangsa.co.id – Desa Maesan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tidak akan ada tanpa adanya para pendiri desa, para sesepuh yang sudah bersusah payah membentuk sebuah peradaban di wilayah Desa Maesan.

Di antara para sesepuh tersebut adalah Eyang Hasan Rawi, yang berdasar cerita warga masyarakat, beliau merupakan pendiri Desa Maesan di Abad ke-18 dari Mataram.

Bacaan Lainnya

Demikian pembuka sambutan Kepala Desa Maesan, Ahmad, dalam acara yasyakuran dan mulainya rehabilitasi Makam Eyang Hasan Rawi, Minggu Wage, 1 Agustus 2021.

Dijelaskan pula, bahwa makam ini adalah makam tertua di Desa Maesan yang menjadi saksi perjuangan para pendiri desa dalam meletakkan nilai-nilai agama dan budaya yang luhur di desa ini.

“Sebagai generasi penerus, kita patut berterima kasih kepada para pendahulu dan pendiri desa ini. Ada Eyang Hasan Rawi dan lain-lain. Cara berterima kasihnya yaitu dengan mengingat perjuangan beliau dan meneruskan cita-cita para pendiri desa, mewujudkan Desa Maesan yang sejahtera, aman dan Bersatu Bangkit,” pesannya.

Hal itu perlu dilakukan agar para generasi penerus tidak lupa dengan Eyang Hasan Rawi. Pemdes Maesan bersama alih waris dan masyarakat desa sudah memulai pembangunan punden yang awalnya tidak terawat, saat ini sedang proses pembangunan dengan model arsitektur bata kuno yang berlokasi di Pemakaman Jlondangan, Dusun Maesan, Desa Maesan. Tujuan dibangunnya makam tersebut sebagai tanda agar tidak mudah dilupakan, sekaligus sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya.

“Saya bersama masyarakat gotong royong dan swadaya anggaran untuk membangun Makam Eyang Hasan Rawi agar mudah terlihat, sehingga siapapun masyarakat Desa Maesan tidak mudah melupakan beliau. Sebab belaiu adalah pepunden desa ini,” jelas Kades Ahmad.

Selanjutnya Ahmad mengajak kepada masyarakat untuk tetap menjalin rasa persatuan dan kesatuan guna mewujudkan Desa Maesan yang sejahtera, aman dan bersatu bangkit.

“Apalagi di bulan Besar / Dzulhijjah yang penuh kemuliaan ini, kita harus meningkatkan kebaikan-kebaikan kita agar selesai bulan Dzulhijjah mendapatkan rejeki, ampunan dan kasih sayang Allah SWT,” tutur Kades Ahmad.

Sementara itu, Ketua Forum RT/RW Desa Maesan, Mustofa Ali mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Desa Maesan yang telah peduli dan berkenan membangun makam pendiri Desa Maesan.

“Saya berterima kasih kepada Bapak Kepala Desa dan masyarakat yang peduli kepada pendiri Desa Maesan,” ucap Mustofa Ali. (CS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *