Berakhir Damai, Mie Gacoan dan Driver Ojol Hasilkan 5 Poin Kesepakatan

  • Whatsapp
Permintaan maaf antara pihak Mie Gacoan Cabang Kotabaru Yogyakarta dan Driver Ojol WA (50)

YOGYAKARTA, RadarBangsa.co.id – Kericuhan antara driver ojol dan karyawan Mie Gacoan Cabang Kotabaru Yogyakarta telah bersepakat untuk damai pada Minggu (14/11). Masalah yang terjadi sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan antara kedua belah pihak didampingi oleh Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) Kotabaru, Yogyakarta pada Sabtu (13/11) malam.

Kapolsek Gondokusuman, AKP Surahman menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, (13/11/2021). Peristiwa bermula dari driver ojol yang melakukan pemesanan makanan online. Masalah ini terjadi karena kesalahpahaman kedua belah pihak. Driver ojol yang sudah menunggu cukup lama mendapatkan pesanan yang salah.

Bacaan Lainnya

Suasana yang begitu tegang dari kedua belah pihak pun dapat dipastikan oleh AKP Surahman.

“Tidak ada tindak kekerasan seperti yang viral di media sosial dan tidak ada tindakan kontak fisik saat kejadian berlangsung,” jelas Surahman. Minggu, (14/11/2021).

Sementara itu, masalah sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Kerugian dan kerusakan secara fisik yang terjadi karena pengepungan oleh ojol akan dibenahi oleh pihak Mie Gacoan. AKP Surahman juga menuturkan, pihak resto Mie Gacoan telah menyepakati untuk membenahi sistem terutama sistem layanan online.

Driver ojol dan Mie Gacoan yang sudah bersepakat untuk berdamai menghasilkan lima poin kesepakatan dalam surat tersebut. Surat ini sudah ditandatangani oleh pihak Mie Gacoan yang diwakili oleh 7 karyawan dan driver ojol berinisial WA, laki-laki (50).

Dalam surat tersebut ada 5 (lima) poin kesepakatan yakni :
1. Pihak Mie Gacoan yang diwakili 7 karyawan meminta maaf kepada WA (50).
2. WA juga meminta maaf kepada pihak Mie Gacoan.
3. Pihak manajemen Mie Gacoan berjanji tidak akan mengulangi insiden tersebut.
4. Pihak Mie Gacoan sepakat untuk mengubah sistem layanan untuk memudahkan para driver ojol.
5. Surat ini dibuat dengan kesadaran kedua belah pihak tanpa paksaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *