Beras BPNT Sentetis di Arjasa Sumenep, Indra Wahyudi : Beras Fiktif

  • Whatsapp
Indra Wahyudi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumenep

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sentetis (plastik) yang telah didistribusikan, disalurkan dan diterima bahkan sudah dikonsumsi oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa beberapa Desa di Kecamatan Arjasa dan Kangayan Kabupaten Sumenep Jawa Timur, menyebabkan beberapa orang KPM yang dikatagorikan miskin tersebut mengalami sakit perut dan mencret (Diare). Mengetahui kejadian tersebut, Idra Wahyudi, wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep meminta agar Pemerintah harus hadir ke masyarakat dan melakukan langkah tindaklanjut sampai persoalannya tuntas. Menurut Indra, beras bantuan tersebut termasuk katagori fiktif, sebab yang disalurkan bukan beras yang sebenarnya. Rabu, (15/1/2020).

Indra Wahyudi, wakil ketua DPRD Sumenep, saat dikonfirmasi terkait temuan beras palsu tersebut mengatakan bahwa, sebagai wakil Rakyat dirinya sangat menyelesali banyaknya persoalan di masyarakat terkait BPNT berupa beras ini, tidak hanya di kepulauan namun di daratan Sumenep juga banyak persoalan. Entah karena suplayernya yang nakal atau bagaimana, yang pasti Pemerintah dalam hal ini harus hadir melakukan review (evaluasi) agar persoalannya menjadi jelas dan transparan, dan Rakyat tidak menjadi korban.

Read More

“Agar pada tahapan berikutnya tidak terjadi lagi hal-hal yang merugikan Rakyat,” harapnya.

Lebih lanjut Idra Wahyudi menyampaikan, khusus terkait dengan bantuan beras BPNT yang disinyalir palsu atau plastik yang telah disalurkan tersebut, hal ini benar-benar membahayakan dan mengancam kesehatan orang lain. Dalam hal ini pihak-pihak terkait khusunya Kepolisian harus turun tangan dan harus memastikan dengan adanya temuan bantuan beras fiktif tersebut. Dan jika benar terbukti, maka tugas Kepolisian adalah menindak dengan tegas.

“Ini termasuk katagori bantuan fiktif, sebab yang disalurkan itu bukan lagi beras yang sebenarnya, melainkan beras palsu atau plastik,” ulas Indra panggilan akrab wakil ketua DPRD Sumenep.

Masih kata Indra, ada dua persoalan dalam hal ini, yang pertama terkait penyaluran bantuan beras fiktif, dan yang kedua terkait bahaya atau ancaman yang diakibatkan beras plastik tersebut. Dengan adanya dua indikasi tersebut, maka Polres Sumenep penting kiranya melakukan penyelidikan secara menyeluruh atas temuan beras sintetis tersebut baik di kepulauan maupun di daratan Sumenep.

Beras Sentesis / Palsu yang disalurkan kepada KPM BPNT di Desa Pandeman Kecamatan Arjasa Sumenep Jawa Timur

“Jika sudah terbukti beras sintetis maka tidak boleh lagi ada toleransi, Polres Sumenep wajib menindak tegas,”pungkas Indra.

Husairi Hosien, Camat Arjasa Sumenep, saat dikonfirmasi terkait rencana tindak lanjut Pemerintah Kecamatan terhadap temuan penyaluran BPNT berupa beras yang disinyalir palsu atau sentetis tersebut, kepada media ini mengaku dirinya sudah dari Desa Pajenangger dan mendatangi tempat beras palsu tersebut disalurkan. Namun ketika diminta untuk mengirimkan bukti foto kunjungannya tersebut, hingga berita ini diturunkan, Camat Arjasa Husairi Hosien, terkesan enggan mengirimkan bukti foto kunjungannya ke Desa Pajanangger. (ONG).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *