Berdayakan UMKM Wedang Uwuh di Simo Magerejo Surabaya Lewat Sosialisasi Bisnis Online

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Di masa pandemi ini mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG Surabaya) menjalankan program KKN (Kuliah Kerja Nyata) di lingkungan domisili masing-masing. KKN adalah program pengabdian kepada masyarakat yang di selenggarakan oleh universitas secara berkala. Akibat pandemi Covid-19 banyak orang yang terkena PHK dari tempatnya berkerja. Salah satu warga di kawasan Simo Magerejo XII, RT 04, RW 01, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, menjadi korban PHK dari salah satu perusahaan tersebut. Salah satu warga tersebut bernama Djoko Setiyoko .

Setelah masa-masa PSBB dan tak ada penghasilan yang beliau dapatkan, Djoko Setiyoko berinisiatif berkerjasama dengan UMKM Wedang Uwuh Imogiri Yogyakarta. UMKM Wedang Uwuh adalah salah satu minuman herbal yang sudah menjadi minuman turun temurun dari leluhur. Minuman tersebut bisa menghangatkan badan dan mengatasi letih lesu.

Bacaan Lainnya

 

Kandungan dari Wedang Uwuh adalah gula batu, jahe, daun pala, daun kayu manis, daun cengkeh dan secang. Djoko Setiyoko adalah salah satu distributor kecil untuk UMKM tersebut di Surabaya. Beliau berusaha mendapatkan penghasilan dari minuman tersebut.

Minuman Wedang Uwuh sangatlah laku di daerah yang bersuhu dingin. Djoko Setiyoko biasanya menawarkan produk minuman wedang uwuh tersebut ke warung-warung kopi di pinggir jalan, selain di warung kopi produk ini juga di jajakan beberapa tempat yang ada di Pacet, seperti di lesehan pariwisata pacet, claket adventure park.

Dalam hasil wawancara, minuman wedang uwuh khas Yogyakarta ini masih belum meluas di Surabaya yang membelinya, pembeli dari Surabaya hanyalah para tetangga-tetangga “minuman wedang uwuh ini masih belum laku di sini, soalnya minuman ini untuk menghangatkan badan, jadinya saya jualan ke daerah pacet tempat pariwisata dan warung di pinggir jalan”.

Tak hanya itu, pendapatan yang dihasilkan tidak sebanding dengan pendapatan sebelumnya, Djoko Setiyoko dulu adalah sebagai seorang distributor mabel office (tredingan mabel office setiap merk). “Kalau di bilang lebih besar mana pendapatnnya, tentu lebih besar ketika saya berjualan mabel office” imbuhnya.

Melihat situasi ini, Elda Prawinda mahasiswa semester tujuh di program studi Ilmu Komunikasi- UNTAG Surabaya merancang program kerja KKN yang bertujuan agar produk minuman tersebut semakin diketahui oleh masyarakat luas secara online, tak hanya memberikan bantuan kepada Djoko Setiyoko dalam bentuk pembuatan desain logo dan banner, namun juga memberikan sosialisasi tentang jualan secara online, yang menggunakan BMC (Bisnis Model Canva).

Untuk mendukung strategi pemasaran online produk wedang uwuh ini. Elda pun membantu Djoko mempromosikan produknya ke warga sekitar. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Selain memperkenalkan produk tersebut, Elda pun mensosialisasikan protokol kesehatan di era new normal serta membagikan hand sanitizer dan masker secara gratis kepada para tetangga di lingkungan sekitar rumahnya. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *