Beredar Narasi ‘Bos’ Apotik YAP Positif Covid – 19, Pihak Keluarga Laporkan Sumber Hoax Ke Polisi

  • Whatsapp
NL selaku pengelola atau pihak keluarga dari pemilik Apotek YAP, saat menunjukkan surat laporan pengaduan Polisi

PASURUAN,RadarBangsa.co.id – Berkaitan dengan beredarnya informasi atau narasi yang menyatakan bahwa Bos atau pemilik usaha dibidang farmasi Apotek YAP yang berlokasi di jalan Hayam Wuruk, Kota Pasuruan positif Covid 19, berujung pada laporan pengaduan oleh pihak keluarga atau pengelola Apotik YAP ke Polres Pasuruan pada Senin 27 April 2020 kemarin.

Pasalnya informasi yang disebar luaskan oleh seseorang didalam sebuah media sosial di salah satu grup Whatsapp “INFO DESAKU”, bahwa pemilik Apotek YAP positif Covid 19 tersebut adalah merupakan berita Hoax atau kabar bohong dan dianggap tidak mendasar.

Bacaan Lainnya

Dimana seperti yang dikutip di dalam sebuah unggahan di grup Whatsapp, dengan narasi sebagai berikut “Pemilik Apotek YAP Positif Covid 19, Jangan Beli Obat Di Apotek YAP”.

Kaitan dengan hal itu, perempuan berinisial NL (26) warga Jalan Anjasmoro, Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan yang tak lain selaku pihak pengelola di Apotek YAP angkat bicara mengenai informasi atau berita bohong yang dinilainya sudah membuat Diri dan keluarganya tidak nyaman.

Melalui jumpa pers pada Selasa (28/4) sekira pukul 10.00 wib pagi, NL mengatakan bahwa Dirinya baru mengetahui adanya informasi atau berita bohong itu berkembang dari salah satu temannya.

Yang mana terdapat adanya sebuah narasi tidak benar dengan disertai adanya gambar foto yang berlatar rumah kediaman NL yang berlokasi di Jalan Anjasmoro, seolah di sebutkan bahwa penghuni rumah tersebut terpapar Covid 19 ketika tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Pasuruan sedang melakukan pemeriksaan suhu badan pada penghuni rumah.

“Kaitan itu awal mulanya saya mengetahui adanya penyebaran berita bohong ini dari teman-teman saya, dengan mengirimkan foto yang berlatar dirumah saya kemarin. Dan ternyata saya kroschek dilapangan sudah tersebar berita nggak karuan, termasuk mencatut nama Apotik lain milik dari saudara saya”. Kata NL, saat memberikan klarivikasi dihadapan puluhan awak media mengenai berita miring yang menimpanya.

Atas dasar pencemaran nama baik serta adanya penyebaran informasi bohong itulah, NL resmi melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib. Selanjutnya Dirinya berharap kepada warga atau masyarakat, untuk bersama-sama memerangi terhadap virus corona atau Covid 19.

Dan bukan malah menyebarkan adanya informasi atau berita bohong ditengah masyarakat, dari sumber yang tidak jelas kebenarannya. Sehingga tidak membuat panik serta merugikan masyarakat lain yang menjadi korban, dari pemberitaan bohong tersebut.

“Kemarin saya ke pihak kepolisian atas pengaduan pencemaran nama baik yang telah diterima keluarga kami. Jadi mohon lah, Covid 19 ini bukan sebuah aib tapi ini adalah wabah untuk semua. Saya dan semua bisa saja terkena, yang mana tanpa kita mau dan tanpa melakukan kegiatan yang negatif. Mari sama-sama di cegah, dan bukan malah menyebarkan berita-berita yang tidak baik”. Ungkapnya NL, seraya meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama memerangi wabah ini.

Semenjak pandemi Virus Corona atau Covid 19 merebak masuk ke Negara Indonesia, khususnya di wilayah Kota Pasuruan, NL sendiri juga sangat mendukung adanya upaya pencegahan bersama.

“Kami juga sadar diri kalau kami tidak enak badan atau bagaimana, kami akan stop untuk datang ke tempat kami bekerja termasuk untuk karyawan”. Pungkasnya NL.

Sementara berkaitan dengan sejumlah petugas dari Dinas Kesehatan atau tim Gugus Tugas Covid 19 Kota Pasuruan yang datang kerumahnya di Jalan Anjasmoro pada 25 April 2020 kemarin lusa sekira pukul 20.00 wib malam, NL mengatakan bahwasanya hal itu sebagai upaya pencegahan secara inisiatif atas permintaan pribadi.

Dimana pemeriksaan tersebut juga atas dasar kesadaran dari diri pribadi NL, bahwa pekerjaan yang di jalaninya di sebuah Apotek tersebut memiliki tingkat resiko akan terpapar adanya Covid 19 ke 2 (dua) setelah Tim Medis selaku garda terdepan dalam penanganan pasien Covid 19.

Selain itu pemeriksaan dilakukan berdasarkan adanya riwayat salah satu dari keluarga NL, yang tidak serumah dengannya sedang menjani perawatan intensive di salah satu RS swasta di Surabaya.

Sehingga harus dilakukan Contact Tracing atau proses identifikasi terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak fisik, termasuk identifikasi pada pihak keluarga maupun saudara yang ada salah satunya keluarga NL itu sendiri.

Dan setelah dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan metode Rapid Test oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid 19, ternyata hasil pemeriksaan mulai dari pengecekan suhu tubuh dan skrining untuk mendeteksi antibodi IgM dan IgG yang di produksi oleh tubuh semua normal dan tidak ada gejala ke arah pemeriksaan lebih lanjut.

Menyinggung adanya upaya pemantauan atau pemeriksaan kesehatan oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Pasuruan di kediaman saudari NL di Jalan Anjasmoro, Dokter Shierly Marlena selaku Juru Bicara tim Gugus Tugas tersebut mengatakan bahwa tidak ada orang yang menunjukkan tanda atau gejala ke arah terjangkit Covid 19.

“Mengenai pemeriksaan di jalan Anjasmoro kemarin, berdasarkan hasil rapid test yang kita lakukan semua aman atau kategori non reaktif”. Ujarnya Dokter Shierly.

Lebih lanjut Dokter Shierly menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum tahu akam kebenarannya. Termasuk didalm upaya pencegahan bersama, Dirinya mengajak seluruh masyarakat agar tetap melaksanakan protokol kesehatan.

“Mari kita lebih bijak dalam menanggapi berbagai informasi yang belum tahu kebenarannya, dan untuk informasi resmi bisa mencari di gugus tugasnya dan dinas terkait. Kemudian terkait kasus Covid 19 ini, masyarakat tetap menerapkan protokol seperti memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan pakai sabun dan jaga imunitas tubuh”. Himbaunya. (Ank/Ek)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *