Biaya Mahal Muat Jenazah ke Kangean Sumenep, ini Kata Ketua DPC NasDem

  • Whatsapp

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Warga Pulau Kangean Sumenep khususnya Arjasa dan Kangayan, seringkali mengalami duka yang semakin dalam manakala diantara keluarganya meninggal dunia di Sumenep Daratan ataupun meninggal di luar Negeri. Baik meninggal karena suatu penyakit saat opname di Rumah Sakit, ataupun akibat kecelakaan kerja. Sudah menjadi kebiasaan, pada umumnya jenazah warga pulau Kangean yang meninggal tersebut dipulangkan ke kampung halamannya dengan menggunakan perahu khusus untuk muat jenazah dengan tarif Rp. 7 juta. Mahalnya biaya tersebut menambah duka dari keluarga yang meninggal dunia, terutama bagi tenaga kerja yang meninggal di luar Negeri. Minggu (08/12/2019).

Menyikapi hal tersebut, Fathorrafik, Ketua DPC Partai NasDem Arjasa Sumenep, mengatakan bahwa hal tersebut merupakan salah satu Pekerjaan Rumah (PR) bagi para pemangku kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumenep maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dinas Sosial (Dinsos) harus paripurna memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di Kepulauan Sumenep, khususnya terkait kebutuhan kapal atau perahu khusus pemuat jenazah warga kepulauan yang meninggal di Daerah Sumenep ataupun meninggal di Daerah lain, terutama yang meninggal di luar Negeri akibat kecelakaan kerja.

“Saya ingin menggugah hati wakil – wakil Rakyat (anggota DPRD) dari kepulauan, agar mendorong Pemkab untuk pengadaan kapal atau perahu khusus pemuat jenazah (Ambulance Laut) yang stand by di pelabuhan Kalianget”, ucapnya.

Bacaan Lainnya

Lebihlanjut kata Paong panggilan keseharian ketua DPC NasDem Arjasa. Saat ini ada 2 unit perahu motor khusus muat jenazah yang dimiliki warga pulau Kangean (milik perorangan). Spesifikasi perahu tersebut, selain ukurannya yang ramping, lebar sekitar 2 meter dan panjang sekitar 5 mater, menggunakan kekuatan 3 mesin masing-masing 300 PK (design perahu balap). Sehingga memungkinkan perahu motor tersebut menempuh perjalanan laut rute pelabuhan Kalianget – Batuguluk hanya 4 – 5 jam. Karena ukurannya yang kecil, daya muat perahu dibatasi cukup 3 orang crew perahu, 2 orang keluarga yang meninggal dan 1 jenazah dalam keranda. Karena keberadaan perahu posisi stand by di pulau Kangean, ketika ada jenazah yang harus dipulangkan ke pulau Kangean, otomatis membutuhkan durasi waktu lebih lama daripada jika perahu tersebut stand by (berdiam) di pelabuhan Kalianget.

“Tarifnya mencapai Rp.7 juta, wajar mahal karena hak milik perorangan dan tidak ada subsidi atau bantuan dari pemerintah”, jelasnya.

Fadlan, warga pulau Kangean yang saat ini sedang dalam proses pembuatan perahu motor khusus pemuat jenazah (Ambulance laut), kepada media RadarBangsa.co.id – menyampaikan bahwa dirinya mendapat amanah atau titipan dari salah satu Dokter Spesial Bedah Umum (dr.Sp.B) berupa uang sebanyak Rp.30 juta, untuk disumbangkan pada pembuatan perahu motor khusus muat jenazah (Ambulance Laut).

“Karena uang Rp.30 juta tersebut tidak mencukupi, saya bicarakan dengan Camat dan Sekcam Arjasa, namun sampai saat ini belum ada tidak lanjut, padahal ketika itu Camat Arjasa berinisitif untuk meminta bantuan sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Arjasa”, ungkap Fadlan.

Selanjutnya kata Fadlan, proses pembuatan perahu motor terus dilanjutkan, sementara untuk biaya tambahan menggunakan uang pribadi dan urunan dari warga yang terlibat dalam pembuatan Ambulance Laut tersebut.

“Saya harap, ada Donatur yang berkenan membantu, atau jika Pemerintah bersedia mengabil alih hingga pembuatan Ambulance laut tersebut rampung atau selesai”, pungkasnya.

Berikut ini nomer kontak seluler Fadlan. 085257752443. Kepada Donatur yang bersedia membantu pembuatan Perahu Motor Ambulance Laut tersebut, dipersilahkan menghubungi “Fadlan”, alamat Desa Laok Jang-jang, Kecamatan Arjasa Sumenep.Minggu, 08/12/2019. (Ong).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *