Bikin Nyungsep Pengendara, Warga Tambal Jalan Provinsi Lumajang – Jember dengan Semen

Buasan, Warga desa Tukum, Kecamatan Tekung, saat menambal lubang di jalan Provinsi Lumajang - Jember (IST)

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id – Jalan provinsi Lumajang – Jember banyak yang berlubang dan sangat membahayakan pengguna jalan.

Menurut Buasan, warga RT 20 RW 06, Desa Tukum Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang, lubang yang berada tepat didepan rumah nya tersebut sudah sangat dalam, dan sering membuat pengguna jalan nyungsep.

Bacaan Lainnya

Apalagi, kata Buasan, saat ini musim penghujan, menjadi lebih rawan, karena lubangnya tidak terlihat. “Ya, lubangnya tergenangi air, jadi tidak terlihat”, kata Buasan, Selasa (18/10).

Disampaikan nya, Sudah 2 kali pengguna jalan nyungsep karena lubang tersebut. Beruntung tidak parah. “Jadi ini saya tambal dengan semen,” katanya, sembari meratakan semennya dengan sapu lidi.

Salah satu pengguna jalan, Slamet Riyadi, kepada Radarbangsa.co.id juga mengatakan, kalau jalan provinsi Lumajang – Jember tersebut tidak hanya yang ditambal oleh warga itu saja, namun banyak lubang yang siap menjungkirbalikkan para pengguna jalan.

“Bukan itu saja mas, tapi mulai dari lampu merah pertigaan jalan lintas timur hingga Yosowilangun, banyak lubang lubang dan sangat membahayakan pengguna jalan,” ucap Slamet Riyadi, Kamis (20/10) dengan mimik wajah was – was.

Kepada pihak UPT pembantu bina warga yang ada di Lumajang Slamet Riyadi berharap agar secepatnya lubang – lubang tersebut dilakukan penambalan, agar tidak membahayakan pengguna jalan.

“Saya berharap kepada bina marga provinsi agar secepatnya melakukan penambalan pada lubang lubang itu,” harapnya.

Sementara itu PPK pembantu UPT bina marga PU Provinsi, Pandu, dikonfirmasi Radarbangsa.co.id, Jum’at siang (21/10) di kantor nya menyampaikan, kalau pihaknya sudah melakukan penambalan pada lubang – lubang tersebut.

“Sudah kita lakukan penambalan, mulai dua hari kemarin,” katanya.

Pun demikian, terang Pandu, tidak semua bisa diselesaikan, karena dananya sudah menipis. “Kita berharap dari provinsi segera diketok palunya”, jelasnya.

Disinggung apakah penyebab dari rusaknya jalan tersebut karena adanya muatan yang melebihi tonase, Pandu mempersilahkan Radarbangsa.co.id untuk melihat sendiri, apa penyebab nya. “Dari kasat mata saja, kalau rodanya jalan, aspalnya ya gerak. Dari situ sudah bisa disimpulkan apa penyebabnya,” jelasnya.

Kalau berbicara terkait imbauan, kata Pandu, harusnya menyeluruh, karena menyangkut beberapa instansi. Semisal kelas jalan kita tidak boleh melebihi sumbu 8 ton.

“Himbauan terkait angkutan yang melebihi kapasitas muatan ini harus dikoordinasikan dalam forum lalu lintas jalan dan jembatan yang didalamnya meliputi PU kabupaten setempat, Dishub setempat dan bersama pihak kepolisian. Karena sektor ekonomi juga terus berkembang, jadi harus update kondisi di lapangan. Kalau kita tidak update, ya kondisi jalan tidak mampu bertahan sesuai umur rencana yang diharapkan. Yang penting selama musim hujan ini diharapkan seluruh pengguna jalan agar tetap waspada dan berhati-hati selama berkendara”, terangnya.

Pantauan Radarbangsa.co.id, sedari pertigaan jalan lintas timur (JLT) Desa Tukum, kecamatan Tekung, hingga kecamatan Yosowilangun banyak lubang lubang yang sangat membahayakan para pengguna jalan. Kepada para pengguna jalan, Radarbangsa.co.id menyarankan agar berhati hati dan waspada, agar selamat hingga tujuan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *