Bimtek Pemutakhiran IDM Berbasis SDGs Serentak Dilaksanakan di Kecamatan Ngimbang Lamongan

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Implementasi pendataan Indeks Desa membangun (IDM) berbasis SDGs merupakan Program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan data valid lebih Mikro, yaitu tentang indeks Sosial, Indeks ekonomi dan lingkungan.

Telah dilaksanakanya kegiatan Bimtek IDM yang berbasis SDGs di Desa Gebangangkrik Kecamatan Ngimbang, dan sekaligus telah membentuk Pokja relawan pada saat ini.

Bacaan Lainnya

Selaku ketua tiem pelaksana teknis kegiatan IDM Sekdes Desa Gebangangkrik Kardi menuturkan, bahwa maksud dan tujuan Bimtek yaitu untuk memberikan pemahaman cara pendataan juga cara pengisian Kuisioner aplikasi SDGs kepada tim pokja relawan beserta operator SDGs Desa, terangnya.

Taem yang dilibatkan dalam pendataan mulai dari Unsur perangkat Desa, RT, karangtaruna, juga tokoh masyarakat yang kiranya bersedia menjadi relawan, harapan Sekdes setelah terbentuknya pokja relawan dalam pemutakhiran data SDGs segera mendapatkan data yang valid, berimbang, guna untuk percepatan penyusunan RPJMDes dan RKPDes, pintanya.

Ekbang Kecamatan Ngimbang Hanif dengan dimulainya bimtek pemutakhiran Data SDGs, yang dilaksanakan di masing masing Desa, kami berharap dan meminta sesegera Desa memberikan data yang kongkrit dipercaya dan profesional. Guna tercapainya pembangunan Desa yang berkelanjutan juga mandiri kedepanya.terangnya

Masih kata ekbang, bahwa Kecamatan Ngimbang, terdiri dari 19 Desa, yang berstatus Desa berkembang ada 18 Desa, dan yang berstatus Desa maju hanya satu Desa, yakni Desa Sendangrejo, dengan demikian bagi Desa yang berstatus masih berkembang, harus lebih pandai berinovasi dan menggali potensi Desa sendiri, tambahnya.

Dikesempatanya Kepala Desa Gebangangkrik Wiji menghimbau atau mendorong kepada tiem pokja relawan yang sudah ditetapkan, mari kita Dukung program Pemerintah ini, tetap koordinasi ke berbagai pihak yang terkait, juga Pendamping Desa, apabila ada kendala teknis dilapangan, perlu diingat terkait pemutakhiran data IDM, harus betul betul valid, bisa dipertanggungjawabkan pendataanya, sebab Data itulah akan kita buat acuhan kebijakan pada akhirnya, pinta Kades.

(iful/Prs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *