BKPH Kangean Timur Sumenep Tangkap Pelaku Ilegal Logging, Pria ini Dipolisikan

  • Whatsapp

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Patapan, KPH Wilayah Madura, telah melakukan penangkapan pelaku tindak pidana pembalakan liar atau penebangan liarĀ (ilegal logging), yang dilakukan oleh Saipul, 38 tahun, Nelayan, Dsn. Bondat Desa Kangayan Kecamatan Kangayan Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Pelaku berikut barang bukti diamankan dan diserahkan ke pihak Polsek Kangayan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Jum’at (06/12/2019).

Dwi Joko Purnomo, Asisten perhutani (Asper) Kangean Timur, melalui Nur Mudakkir pegawai Perum Perhutani, kepada media ini mengatakan bahwa, saat dirinya bersama rekan pegawai perhutani lainnya melakukan patroli laut, melihat ada sebuah Perahu Motor yang dicurigai memuat kayu. Kemudian didekati dan dilakukan pemeriksaan terhadap perahu tersebut, ditemukan kayu berbentuk papan dan balok dengan ukuran bervariasi yang tidak dilengkapi dengan surat ijin resmi atau SKSHH dan diduga hasil ilegal logging.

“Penangkapan terhadap pelaku berikut barangbuktinya, dilakukan pada Rabu malam (04/12), sekira pukul 20.00 Wib. Dan esok harinya Kamis (05/12), diserahkan kepada pihak Kepolisian, dalam hal ini Polsek Kangayan untuk dilakukan penyidikan atas dugaan tindak pidana ilegal logging”, ungkapnya.

Read More

Aipda Joko Dwi HP, Kanit Reskrim Polsek Kangayan, saat dikonfirmasi media RadarBangsa.co.id – membenarkan adanya penangkapan terhadap pelaku tindak pidana ilegal logging di wilayah hukum polsek kangayan.

“Betul, diserahkan tadi siang (05/12), sesuai LA dari pihak perhutani BKPH kangean timur untuk proses sidiknya”, jelasnya.

Selanjutnya, dilakukan proses penyidikan lebih lanjut, diketahui pelaku bernama Saipul, 38 tahun, Nelayan, Dsn. Bondat Desa Kangayan Kecamatan Kangayan Kabupaten Sumenep. Barang bukti (BB) yang diamankan berupa kayu hutan jenis kenari diduga hasil ilegal logging dengan volume kurang lebih 4 kodi, dan sebuah perahu motor terbuat dari bahan kayu.

“Atas tindakannya, pelaku disangkakan dengan Pasal 12 huruf d dan e Jo Pasal 83 ayat 1 huruf a dan b UU No 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Hutan”, pungkasnya. Jum’at 06/12/2019. (Ong).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *