Branding Produk Usaha, Diskop UKM dan Perindag Sumenep : Mari Manfaatkan Pendaftaran Merk

SUMENEP, Radarbangsa.co.id – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Sumenep, mengajak para pelaku UMKM untuk membranding usahanya dengan memanfaatkan program pendaftaran merek gratis 2022.

Pengusaha UMKM Sumenep diharapkan dapat mendaftarkan merek usahanya untuk mendapatkan merek gratis tersebut yang di buka sebulan sejak Oktober 2022 ini.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, melalui JF Asessor Manajemen Mutu Industri, Achmad Badawie, SE, mengungkapkan, program pendaftaran merek gratis agar benar-benar dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM agar usahanya agar memiliki legalitas merek.

“Diharapkan pelaku UMKM bisa memanfaatkan peluang ini, apalagi sebelumnya kami sudah melaksanakan seminar strategi branding bagi UMKM agar tidak asal-asalan dalam memberi merek produknya, namun sesuai dengan kaidah marketing,” ujar Badawie, Selasa (27/09/2022).

“Sehingga nantinya, sesuai dengan branding yang diharapkan,” Imbuhnya

Dikatakan oleh Badawie, para pelaku UMKM harus mempunyai inspirasi merek baru agar tidak memiliki merek yang sama dengan UMKM yang sudah terdaftar sebelumnya.

“Karena apabila sudah terdaftar tidak bisa dilakukan dan harus mencari merek lain,” Kata dia.

Lebih lanjut Badawie mengatakan, para pelaku UMKM tahun ini sangat antusias untuk memiliki merek dari hasil produksinya.

Terbukti dari program sebelumnya yang ditarget 75 para pendaftar UMKM, sekarang mencapai 100 lebih pendaftar UMKM.

“karena kuotanya terbatas tidak bisa terpenuhi semua dan kembali diprogramkan tahun berikutnya,” Tukasnya.

Masih Badawie, pada tahun 2019 ada 9 usulan merek Industri Kecil Menengah (IKM), sumber dana dari UPT Pengembangan Mutu Produk Industri (PMPI) dan TK Surabaya.

Pada tahun 2020 ada 74 usulan merek IKM, sumber dana APBD Disperindag Kabupaten Sumenep dan 2021 ada 35 usulan merek IKM, sumber dana APBD Disperindag setempat, Terang dia.

Bahkan Ujar Badawie, pada tahun 2020 Kabupaten Sumenep mendapatkan penghargaan terbanyak ketiga setelah Surabaya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

Diketahui, Fasilitasi Legalitas Merek IKM/UKM dengan syarat pendaftaran sebagai berikut; Warga Kabupaten Sumenep; termasuk dalam kriteria Usaha Kecil Menengah (UKM) berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008; memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB); modal tidak berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA); dan memiliki komoditi yang diproduksi sendiri.

Kemudian kelengkapan berkas sertifikasi merek yang perlu disiapkan: file swafoto bersama produk, KTP asli, file PDF NIB hasil unduhan dari OSS, file JPG etiket merek/logo yang akan didaftarkan.

”Surat Pernyataan Kesanggupan untuk memenuhi semua kewajiban sebagai IKM/UKM binaan dan mengikuti seluruh proses fasilitasi dari dinas sampai keluar output sebagaimana format pada saat pendaftaran serta materai 10.000 dua lembar,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *