Bupati dan Wabup Besarta Kapolresta – Kapolres Mojokerto melakukan Rakord pelaksanaan Ibadah Bulan Ramadhan

  • Whatsapp

MOJOKERTO, RadarBangsa.co.id – Jelang Ramadhan setelah diterbitkan Surat Edaran MENAG RI dengan Nomor SE 03 tahun 202i tentang Panduan Ibadah Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M, Forkopimda melaksanakan rapat koordinasi Bersama Forkopimda dengan Ormas Islam membahas Himbauan Panduan Ibadah Bulan Ramadhan Dan Idul Fitri 1442 H/2021 M.

Bupati Mojokerto memimpin pelaksanaan Rakord dengan didampingi Wabub dan Pj, Sekda Mojokerto yang diikuti langsung Kapolres Mojokerto, Kapolresta Mojokerto, Dandim 0815, Ketua PN, Kejari Bersama ormas Islam diantaranya Ketua MUI, Ketua Muhammadiyah, Ketua LDII, dan Ketua PCNU di ruang Satya Bina Karya Pemkab Mojokerto. Kamis (08/04/21) sore.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya Bupati Mojokerto, Umat Islam tetap menjalankan kewajiban syari’at agama dengan toleransi teknis/tata cara (rukhshoh/keringanan) yang dibenarkan oleh Syari’at, Setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang dapat menyebabkan terpapar penyakit, karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama.

“Orang yang telah terpapar virus Corona, wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak terjadi penularan kepada orang lain, Baginya tidak diperbolehkan melakukan aktifitas ibadah sunnah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti jamaah shalat lima waktu/rawatib, shalat Tarawih dan shalat Idul Fitri di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan tabligh akbar,” Kata Ibu Ikfina

Tata Cara mengantisipasinya dalam hal menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan dan bulan Syawal yang melibatkan banyak orang (jama’ah) Dalam menjalankan ibadah Ramadhan dan Syawal,seyogyanya masing-masing pihak turut mendorong menciptakan dan menjaga kondusifitas kehidupan keberagamaan dengan tetap mengedepankan ukhwah islamiyah, ukhwah wathoniyah, dan ukhwah basyariah.

“Senantiasa memperhatikan Instruksi Pemerintah Pusat Dan Daerah setempat terkait pencegahan dan penanganan COVID-19. Agar tidak mudik ke kampung halaman sampai situasi dinyatakan normal oleh Pemerintah, Tetap tinggal di rumah selama situasi pandemi COVID-19 belum dinyatakan aman dan semoga Covid-19 segera berakhir,. Pungkas Bupati Ikfina.

Wakil Bupati Gus Barra menambahkan, “Biasanya yang menjadi polemik di masyarakat pada bulan suci Ramadhan yaitu pelaksanaan ibadah Tarawih dan dirapat ini kita bisa memutuskan apakah masyarakat setempat bisa melaksanakan Sholat Tarawih di masing-masing wilayah,” Kata Gus Barra

Sementara Kapolres Mojokerto memaparkan sesuai dengan surat edaran MENAG RI, pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan diperbolehkan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Kita harus mentaati peraturan yang ada untuk upaya mencegah penyebaran Covid-19, terkait Vaksinasi juga masih bisa dilaksanakan di bulan suci Ramadhan sesuai dengan aturan dan Kami bekerja sama dengan Babinsa dan kepala Desa di tiap-tiap Desa akan melaksanakan pemantauan dalam ibadah puasa Ramadhan dengan tetap mengedepankan protokol Kesehatan”

“Kami mempunyai inovasi yang bernama MESRA yaitu Masyarakat Tertib Sehat Ramadhan dalam rangka pelaksanaan Bulan Ramadhan dan bisa bekerja sama dengan Forkopimda serta Ormas Islam,” Sebut AKBP Donny Alexander, SIK, MH.

(Tono)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *