Bupati Lamongan Membuka Festival Kuliner Sego Muduk dan Resmikan WES

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat membuka festival Sego Muduk sekaligus meresmikan Watunggal Edupark Sendangagung sebagai tempat outbond pelajar dan kelas membatik. Kamis (27/10) (IST)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Mempunyai potensi kuliner yang beragam, Lamongan kembali gelar festival kuliner. Kali ini giliran kuliner Sego Muduk khas Desa Sendangagung Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan yang tampil, Kamis (27/10) di sepanjang jalan di depan Watunggal Edupark Sendangagung (WES). Adanya festival sego muduk ini sebagai bentuk unjuk potensi ke dunia, agar lebih dikenal.

“Kita beritahukan kepada dunia bahwa Lamongan punya kuliner luar biasa yakni Sego Muduk khas Sendangagung,” tutur Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang bertindak membuka festival Sego Muduk sekaligus meresmikan Watunggal Edupark Sendangagung sebagai tempat outbond pelajar dan kelas membatik.

Bacaan Lainnya

Menyediakan 1700 porsi Sego Muduk yang khas dengan rempah-rempahnya. Kegiatan ini mendapat perhatian besar dari masyarakat setempat hingga masyarakat luar kota, mulai dari Blitar, Klaten, dan Trenggalek. Kegiatan yang dicanangkan menjadi kegiatan tahunan ini mampu menggairahkan kuliner dan seni khas Lamongan.

“Antusias masyarakat luar biasa, ini membuktikan bahwa adanya kegiatan festival Sego Muduk dapat menggairahkan kuliner dan seni khas Lamongan,” kata Pak Yes sapaan akrabnya.

Bersamaan dengan festival Sego Muduk, juga digelar Sendangagung Batik Carnival yang menampilkan batik khas Lamongan dengan inovasi busana hasil hand made dari 22 RT yang ada di Desa Sendangagung. Menampilkan ragam batik khas Lamongan dapat memperkenalkan sekaligus melestarikan potensi daerah kepada masyarakat khususnya generasi muda.

“Kegiatan ini diusung tentunya untuk melestarikan dan memperkenalkan batik khas Lamongan kepada generasi muda dan wisatawan yang hadir,” tutur Kepala Desa Sendangagung Panut Supodo saat memberikan sambutan.

Diadakan selama tiga hari tiga malam, Desa Sendangagung memulai dengan kegiatan gowes bersama, dilanjutkan dengan Batik Night Fashion Show, festival Sego Muduk, dan Sendangagung Batik Carnival.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. P. Yes tolong sidak jalan2 yg diperbaikiasak sampai jelang musim hujan lagi blm selesei2 apa yg dikerjakan pemborong tsb. Klau gak punya uang ya jangan dikasih proyek