Bupati OKI Sebar Paket Sembako Untuk Warga Terdampak Covid-19

Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Iskandar SE, mulai membagikan 60.000 paket sembako kepada Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) yang terdampak wabah Corona (Covid-19).

KAYUAGUNG, RadarBangsa.co.id – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Iskandar SE, mulai membagikan 60.000 paket sembako kepada Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) yang terdampak wabah Corona (Covid-19). Paket sembako yang dibagikan ini berasal dari Pemerintah Kabupaten OKI, sebagai langkah konkrit membantu masyarakat terdampak diluar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Kami, Pemkab OKI bersama jajaran TNI dan Polri mulai hari Senin, 27 April 2020, telah mendistribusikan sembako bagi masyarakat miskin dan rentan. Yang penghasilannya rendah akibat terdampak karena virus Corona,” ujar Bupati Iskandar, seusai mengikuti Rapat Paripurna Virtual di Kantor Bupati OKI.

Bacaan Lainnya

Iskandar juga menekankan bahwa virus corona merupakan masalah bersama. Bagian dari tugas kami selaku pimpinan untuk memastikan bantuan sampai ke masyarakat yang berhak menerima, karena dalam kondisi saat ini prinsipnya adalah lebih cepat lebih baik, sambil data-data diperbaiki pengiriman yang sudah siap kita kirimkan,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) H. Reswandi mengatakan, Pemkab OKI saat ini sudah memasuki tahap kedua penyebaran bantuan tambahan. Sebelumnya, kata dia, tahap pertama bantuan dari Pemkab sudah selesai distribusikan di Kecamatan Pedamaran Timur. Kemarin kita distribusikan di Kecamatan Pedamaran Timur, sebanyak lima ton beras berikut paket sembakonya, hari ini untuk Kecamatan Kayuagung dan Teluk Gelam, dan begitu seterusnya untuk kecamatan lainnya di wilayah OKI,” ujar Reswandi. Selasa, 28 April 2020.

Adapun, isi paket sembako yang bagikan berupa 10 Kg beras, 1 dus mie instant, 2 Kg minyak sayur dan 1 Kg gula atau setara dengan bantuan Rp 200 ribu per Kepala Keluarga. Ini akan segera di Distribusikan kepada yang bersangkutan di Kelurahan/Desa melalui Kecamatan masing-masing. Proses penyaluran nya menurut, Reswandi disertai proses pelaporan yang ketat dimana aparat Kecamatan dan Desa/Kelurahan harus menyerahkan langsung pada penerima.

Si penerima menunjukkan KTP, sesuai Alamat, sesuai data. Pihak Kecamatan, Desa/Kelurahan lalu mengambil dokumentasi sesuai, ‘by name by address’. Reswandi juga mengungkap akan terus memperbarui data penerima baik yang diminta Kemensos maupun untuk kebutuhan data Daerah. Sembari update data, penyaluran bantuan tidak akan berhenti. kata dia.

Kepada masyarakat yang belum terdata, Reswandi, meminta agar segera melapor ke Kelurahan/Desa setempat. Agar nantinya terentri di tahap selanjutnya. Dengan catatan harus dari hasil musyawarah kelurahan/desa dan yang bersangkutan benar-benar dinyatakan layak menerima bantuan” Tutupnya. (Mus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *