Cara Menurunkan Stunting, Ini Kata Mbak Ita Wakil Walikota Semarang

Sosialisasi penurunan Stunting Balai Posyandu RW 03. Sabtu, (2/4/2022).

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Masalah Stunting yang masih banyak ditemui di berbagai kota di Indonesia. Dari data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kota Semarang, di kota Semarang pun ternyata masih ditemukan kasus Stunting.

Beragam upaya yang telah dilakukan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kota Semarang untuk mempercepat penurunan stunting.

Bacaan Lainnya

Salah satu program yang diserukan pemerintah Indonesia adalah dengan meluncurkan program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).

Upaya penurunan stunting ini dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat Kelurahan Muktiharjo Kidul Kota Semarang.

Program ini kerjasama antara Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kota Semarang di Balai Posyandu RW 03. Sabtu, (2/4/2022).

Camat Pedurungan Eko Yuniarto SIP MM, mengatakan agar kita sebagai orang tua mampu menyediakan dan mengolah makanan untuk putra putri yang mengalami stunting.

“Saat ini di kecamatan Pedurungan ada 42 anak yang terdata mengalami stunting yang rata-rata ada di semua kelurahan. Hanya kelurahan Pedurungan Lor yang tidak ada laporan anak-anak yang mengalami stunting,” ujar Eko.

Hadir juga pada acara tersebut Wakil Walikota Semarang Ir. Hj. Hevearita G. Rahayu, M.Sos yang akrab dipanggil mbak Ita dan Kepala Kelurahan Muktiharjo Kidul Eko Fitri Ariyanto S Sos MM.

Mbak Ita memberikan langsung bantuan makanan penuh gizi kepada anak-anak yang mengalami stunting dengan ditemani orangtua.

Mbak Ita menyampaikan sudah menyiapkan sebuah buku yang dia sadur dan disusun dari resep-resep bu Megawati tentang resep-resep masakan sehat dan bergizi dan siap untuk diedarkan. Buku tersebut menjelaskan tentang resep masakan asupan bergizi untuk kebutuhan anak-anak dan ibu hamil. paparnya

Kegiatan ini tidak hanya berupa sosialisasi saja, tapi kita juga harus mempraktekan bagaimana memasak dan mengolah dari menu-menu yang ada. Karena di dalam buku ini, selain resep bergizi untuk anak-anak ada juga menu resep untuk ibu hamil agar menjadi lebih sehat kepada ibu dan anak dalam kandungan.

“Dalam buku ini menjelaskan kepada kita bagaimana mengolah dan memasak makanan bergizi dengan menu murah dan sederhana. Resep-resep mengolah dan memasak makanan bergizi dari buku itu harus dilakukan tiap hari. Karena masih ada Ibu-ibu yang mengalami anemia dan KEK (Kekurangan Energi Kronis).,” tambah mbak Ita.

Ia menyimpulkan, pemberian makanan bergizi sangat efektif untuk menangani stunting. Selain akan dijual di Gramedia, buku tersebut akan dibagikan kepada semua warga.
Bersama ibu-ibu RW 03, mbak Ita juga langsung mempraktekan memasak praktis. Mbak Ita mengajarkan memasak membuat puding dan sup jagung dengan harapan menu seperti ini bisa dilakukan ibu-ibu untuk memenuhi gizi pada anak-anak dan keluarganya.tandasnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.