CFD di Sampang Berubah Menjadi Pasar Kaget, Inilah Keluhan Pedagang dan Masyarakat

Suasana Car Free Day yang tergelar setiap minggu pagi di jalan Wijaya Kusuma Sampang [IST]

SAMPANG, RadarBangsa.co.id – Aktivitas Car Free Day (CFD) yang tergelar setiap minggu pagi di jalan Wijaya Kusuma Sampang Madura Jawa Timur makin ramai namun tidak tertata

Kegiatan yang sebelumnya terkoordinir dengan apik itu sekarang tidak lagi ada yang mengkoirdinir akibat Pandemi Covid-19

Bacaan Lainnya

Akibatnya suasana makin tidak terkendali dan fungsi CFD berubah menjadi pasar kaget

Seperti yang dikeluhkan oleh Ketua Paguyuban PKL CFD Wijaya Kusuma Istighfaroh jumat (26/2/2021)

Menurutnya sejak Pandemi Paguyuban yang sebelumnya beraktivitas dengan resmi menggunakan tenda dilarang untuk berjualan

Namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) membiarkan para pedagang lainnya berjualan setiap minggu pagi, bahkan belakangan semakin menyemut
“Kami selalu ditanya oleh Anggota dan kami tidak bisa berbuat apa apa, sehingga kami pun terpaksa membiarkan Anggota ikut berjualan asalkan secara pribadi tidak atas nama Paguyuban karena kami masih menghargai Pemerintah,” ujar Istighfaroh

Diungkapkan karena tidak ada yang mengkoordinir situasinya semakin semrawut, fungsi CFD yang awalnya bagus dan tertata tanpa asap kendaraan berubah menjadi pasar kaget

Dear 30 pedagang di CFD menyayangkan kondisi yang terjadi saat ini
“Ramai sih mas tapi jika tidak tertata tetap akan berdampak terhadap pedagang karena sering macet,” ungkapnya

Hj Yuyun Pelaku usaha mainan yang selama ini mangkal di tempat satu satunya CFD di Sampang itu tidak habis pikir dengan situasi yang terjadi
“Sering macet iya mas, karena baik kendaraan roda dua dan 4 bebas berlalu lalang di lokasi, ditambah lagi keberadaan odong odong yang tidak hanya membuat macet tapi juga menambah kebisingan,” tuturnya

Afif 16 warga Kelurahan Rongtengah mengaku suasana CFD makin tidak nyaman
“Saya jauh jauh datang ke Wijaya Kusuma selain untuk berlari santai juga menginginkan susana tenang sambil menikmati kuliner yang ada,” tandasnya

Namun harapan itu sirna karena sudah tidak bisa lagi berolahraga lari pagi dengan leluasa akibat kemacetan yang sering terjadi

Menyikapi keluhan itu Agus Miftah ST Aktivis LSM Kominitas Sadar Lingkungan (KSM) mempertanyakan kehadiran Pemkab dalam menyikapi permasalahan tersebut

Ia mengaku sering ke CFD sekedar ngopi dan mencicipi kuliner yang ada sambil nyantai bersama keluarga, ternyata belakangan sudah tidak ramah dan bising bak pasar kaget

Ia juga heran dengan konsep CFD yang tidak jelas tersebut, karena sudah beralih fungsi

Menurutnya CFD yang awalnya sudah tertata dan menjadi aset bagi Pemkab Sampang berangsur kabur fungsinya

Padahal untuk menciptakan CFD yang tertata seperti dulu tidak gampang, namun setelah tercipta satu satunya CFD di Sampang malah dibiarkan tidak kondusif

Diungkapkan membiarkan situasi karena pertimbangan Pandemi Covid-19, namun faktanya justru tercipta kerumunan yang terbuka dan lebih dari yang dikawatirkan
“Menghindari kerumunan dengan menciptakan kerumunan baru,” katanya

Ditambahkan, menciptkan dan memberikan kesempatan berusaha bagi pelaku Usaha Mikro (UM) tanpa ada upaya penataan sama halnya dengan menciptakan persaingan tidak sehat dan situasi yang tidak kondusif sehingga berdampak juga bagi pedagang maupun masyarakat

Ia berharap Pemkab jangan membiarkan kondisi seperti ini sebelum situasinya semakin runyam dan akan menjadi bom waktu.

(Her)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *