Danlanal Denpasar Dampingi Komut PT Pelindo III Kunker di Pelabuhan Benoa

  • Whatsapp
Kunker Komut PT Pelindo III di Pelabuhan Benoa dengan didampingi Danlanal Denpasar

DENPASAR, RadarBangsa.co.id – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar, Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara, bersama para Perwira Staf Lanal Denpasar, dan Staf Regional Pelindo III serta Disnav Kelas III Benoa mendampingi kunjungan kerja (Kunker) Komisaris Utama (Komut) PT. Pelindo III, Laksamana (Purn) Prof Marsetio di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali.

Kunjungan kerja yang dilaksanakan oleh Komisaris Utama PT. Pelindo III beserta staf kali ini dilaksanakan dalam rangka pengecekan langsung VTS Disnav Kelas II Benoa serta peninjauan sistem bagan pemisahan alur laut atau Traffic Seperation Scheme (TSS) yang berada di ALKI II (Selat Lombok).

Bacaan Lainnya

Dalam penjelasannya Komisaris Utama PT. Pelindo III pada saat konferensi pers di Gedung VTS Distrik Navigasi Kelas II Benoa menjelaskan bahwa, Indonesia siap berperan aktif di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran dunia.

“Serta perlindungan lingkungan maritim khususnya di wilayah perairan Indonesia sejak disahkannya bagian pemisahan alur laut atau Traffic Seperation Scheme (TSS) di ALKI I (Selat Sunda) dan ALKI II (Selat Lombok) yang diputuskan secara resmi,” ujarnya. Sabtu, (27/6/2020).

Marsetio menambahkan, keputusan itu pada bulan Juni 2019 pada sidang International Maritime Organization (IMO) Maritime Safety Committee (MSC) ke-101 yang berlangsung di Markas Besar IMO, London Inggris. Maka semua kapal-kapal mulai tanggal 1 Juli 2020, wajib mematuhi semua regulasi-regulasi sesuai dengan ketentuan IMO.

“Indonesia sebagai negara kepulauan pertama terbesar di dunia yang di wilayah mengajukan TSS dan disetujui oleh sidang IMO, sebagai pembanding di Selat Malaka juga ada TSS Selat Malaka dengan panjang 252 NM yang dikelola oleh tiga negara pantai.

Antara lain Indonesia, Malaysia dan Singapura, sedangkan TSS di Selat Sunda yang panjangnya 9,7 NM dan Selat Lombok 37 NM total keseluruhan menjadi tanggung jawab dan dikelola oleh Indonesia,” ungkap Prof Marsetio.

Turut hadir dalam kunjungan kerja yaitu Danlanal Denpasar Bali, CEO Regional Pelindo III, Staf KSOP Benoa, Kadisnav Benoa, GM PT. Pelindo III Cabang Benoa, Palaksa Lanal Denpasar, Pasintel Lanal Denpasar, serta para Staf Regional Pelindo III, dan Disnav Kelas II Benoa.

(Ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *