Dengan Prokes Ketat, Panitia Kurban SMP IT PAPB Semarang antar Daging ke Ponpes dan Panti Asuhan

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – SMP IT PAPB Semarang menggelar pelaksanaan penyembelihan hewan kurban diawal hari tasyrik,11 Dzulhijjah 1442 H atau hari Rabu, 21 Juli 2021 M. Karena masih masa pandemi dan Permberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, panitia Idul Adha SMP IT PAPB Semarang menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat, mulai dari proses pemotongan, pengemasan, hingga pendistribusian kepada yang berhak. Adapun seluruh siswa, mulai kelas 7, 8, 9 mengikuti live reports via zoom meeting.

Kepala SMP IT PAPB Semarang, H. Ramelan mengungkapkan bahwa penyembelihan hewan kurban di sekolah dilakukan dengan prokes yang ketat.

Bacaan Lainnya

Mulai dari sterilisasi penyemproten area penyembelihan, serta panitia saja yang boleh hadir dengan terlebih dahulu melaksanakan 3 M.

“Proses penyembelihan memang tidak kami laksanaan pas hari raya Idul Adha, melainkan hari pertama tasyrik sebagaimana himbauan pemerintah untuk menghindari kerumunan.

Untuk area kami sterilisasi dengan penyemprotran. Adapun panitia, datang cek suhu, cuci tangan, dan menjaga jarak dengan lainnya, serta melangkapi dengan sarung tangan” paparnya.

Ramelan menambahkan, bahwa distribusi hewan kurban dilakukan kepada panti dan pondok pesantren di Semarang serta masyarakat lingkungan sekolah dan tidak melalui kupon.

“Kami tidak distribusikan daging kambing dengan kupon, melainkan kami salurkan kepada masyarakat lingkungan sekolah dan panti serta pondok pesantren di Semarang antara lain,  Ponpes Darus Sa’adah Tlogosari, Rumah Tahfid Manabiul Qur’an Tembalang, Panti Asuhan dan Rumah Tahfiz Riyadatul Janah Pedurungan, Ponpes Hidayatussolihin Mranggen, Ponpes dan Panti Sosial Sunan Muria Tembalang, Ponpes Almunawir Pedurungan, dan Panti Asuhan Abatilas Tembang.

Ini semua kami lakukan demi ikut memutus penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Sementara itu, ketua panitia idul adha 1442 H SMP IT PAPB Semarang, M. Bagus Kholid Zamzami melaporkan, bahwa live reports di tengah pandemi ini bertujuan sebagai ajang edukasi anak-anak mengenalkan kurban dan proses penyembelihannya.

“Reportase ini tidak lain agar anak tidak sekadar tahu proses penyembelihan hewan kurban, melainkan proses gotong royongnya.

Mulai dari potong-potong, kemudian pengemasan, dan pendistribusian yang itu melibatkan banyak orang. Edukasi tolong menolong inilah yang ingin kami ajarkan walau secara virtual,” ungkapkan.

Bagus yang juga guru PPKn menambah, bahwa panitia menerima hewan kurban sejumlah empat ekor sapi dan enam ekor kambing.

“Selaku panitia, kami menerima empat sapi dan enam kambing semuanya dari mudhohi (pengkurban) baik dari guru, siswa, orang tua siswa, dan alumni yang kita sembelih pada hari tasyrik pertama Rabu (21/7/21),” pungkasnya.

Nanik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *