Dengan Swadaya, Warga Petani Lumajang Lakukan Pengebrukan Lanjutan Jembatan Mba Brojo

Kegiatan Gotong Royong pengebrukan (Dok Foto Riyaman)

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id – Selama sekira 3 (tiga) tahunan warga petani di desa Munder, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang Jawa timur harus bersabar untuk mengangkut hasil panennya.

pasalnya, bukan karena jembatannya yang tidak bisa dilalui. Namun karena jalannya yang perlu dilakukan Pengebrukan.

Bacaan Lainnya

Lokasi pengebrukan tersebut berada di Dusun Madurejo, Desa Munder, Kecamatan Yosowilangun.

Pantauan Radar bangsa.co.id di lokasi jembatan tersebut di bangun pada tahun 2019, terlihat sangat kokoh. Namun lanjutannya, belum selesai (belum di bruk) di sisi kanan kiranya atau saat turun dari jembatan. Terpantau, para pengendara tidak bisa langsung turun ke jalan saat mengangkut hasil panennya, dikarenakan antara jembatan dan jalan terlalu dalam.

Hari ini, Kamis (21/7/2022) Warga petani desa Munder melakukan Pengebrukan. Pengebrukan tersebut di lakukan secara bergotong royong dan dana yang di gunakan pun hasil dari swadaya warga petani yang memiliki lahan di area tersebut.

Kakek Marsum (72) warga dusun Krai Kebonan, desa Krai yang saat itu turut dalam kegiatan gotong royong itu mengaku sangat bersyukur, dan juga turut menyumbang dalam kegiatan tersebut. “Ya, saya nyumbang sedikit mas, tidak banyak”, ucapnya, saat dikonfirmasi Radarbangsa.co.id di sela kegiatannya, Kamis (21/7).

Dirinya bersyukur, karena nantinya, kalau mengangkut hasil panennya sudah tidak perlu mengangkat sampai ke jembatan. “Kalau sudah selesai pasti enak mas, gak repot repot mengangkat ke jembatan, langsung bisa dinaikan ke sepeda motor”, kata kakek Marsum.

Ditempat yang sama, Hartono, yang mengaku sebagai mediator dalam kegiatan tersebut menyampaikan, Pengebrukan itu dilakukan karena jalan tersebut tidak bisa dilalui roda 4 maupun roda 2. Menurutnya, karena belum ada lanjutan pengurukan atau pengebrukan di kanan kiri jembatan. “Ya, mulai dari tahun 2019, 3 tahun belum dilakukan Pengebrukan, dan saat ini baru kita lakukan Pengebrukan. Ini atas inisiatif warga petani untuk melakukan Pengebrukan dengan cara bergotong royong,” ungkap Hartono.

Masih menurut Hartono, untuk warga petani yang bergotong-royong ada 35 (tiga puluh lima). “Ini dari anggaran swadaya warga petani, dan tidak ada tekanan, seikhlas nya”, terang Hartono, yang juga sebagai tokoh masyarakat di desa Munder.

Saat disinggung bagaimana tanggapan pemerintah Desa Munder terkait kegiatan gotong royong yang didanai melalui swadaya warga petani, Hartono mengatakan tidak tahu. “Kita tidak tahu, ini cuman inisiatif nya masyarakat”, terang Hartono.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Munder, Samsul Hadi, dikonfirmasi RadarBangsa.co.id melalui sambungan satelitnya, Kamis siang (21/7) menyatakan, kalau pihaknya tidak diberi tahu terkait adanya kegiatan tersebut. “Maaf mas, saya tidak tahu kalau ada kegiatan gotong royong yang di danai swadaya masyarakat, karena memang tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” ungkap Samsul Hadi, singkat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.