Desa Neglasari Cidaun Cianjur Dapat Pembinaan dari Satgas Civid-19

Satgas Covid-19 Cidaun sedang melaksanakan pembinaan, sosialisasi, silaturrahmi, dan Harmonisasi dengan perangkat desa Neglasari

CIANJUR, RadarBangsa.co.id – Satuan Tugas (SATGAS) Covid-19 Cidaun yang di pimpin Camat Kecamatan Cidaun Herlan Iskandar. S.IP adakan pembinaan, Sosialisasi, Silaturrahmi, dan Harmonisasi dengan para ulama, tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh wanita mengenai pencegahan dan penanganan covid-19 di desa Neglasari Kecamatan Cidaun.

Kehadiran tim SATGAS Covid-19 Cidaun di desa Neglasari adalah dengan membawa misi tentang program pemerintah, bagaimana caranya kita melawan covid-19 yang sampai pada saat sekarang ini belum selesai dan masih merongrong kita?

Bacaan Lainnya

Kepada petugas SATGAS Covid-19 desa Neglasari camat menitipkan dan harus bisa melaksanakan sosialisasi pada kedusunan masing-masing, karena himbauan pemerintah itu kurang di dengar oleh masyarakat, tapi kalao hoax, contohnya tidak usah pakai masker waktu pergi shalat, nggak usah vaksin karena itu haram, nantik mati, nantik sakit, sangat cepat masyarakat menanggapinya.

Perlu kita ingat, di desa Neglasari banyak yang terpapar, sampai 7 orang, sekarang, dengan mematuhi protokol kesehatan 5 M dan plus vaksin itu mulai teratasi pandemi di desa Neglasari ini. Protokol kesehatan itu bukan sekedar untuk RT atau RW, tapi untuk semuanya. Jelas camat.

Sekarang pemerintah itu berupaya bagaimana masyarakat bisa mendapatkan vaksin, agar masyarakat itu sehat. Walaupun vaksin itu bukannya merupakan obat, melainkan anti body dan untuk meningkatkan imun tubuh, namun andaikata covid itu datang sama kita, sudah ada penangkalnya. Terang camat kembali.

Camat juga mengatakan, “Cianjur sekarang dalam kondisi PPKM Level 2, bukan berarti di bebaskan tetapi dikasih sedikit kelonggaran dengan protokol kesehatan. Dan sekarang yang diharapkan Cianjur ini ingin masuk kepada level 1. Masalah covid ini bukan urusan camat, polsek, dan MUI saja, tapi kita semua.

Tampak hadir dalam kegiatan ini, Camat kecamatan Cidaun Herlan Iskandar. S.IP, Kapolsek Cidaun AKP Sumardi. SH bersama anggota personil polsek, Koramil Cidaun diwakili Serma Asep Mulyana, Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan Cidaun Arif Abdurrif’ah. SHI, Ketua TP PKK Kecamatan Cidaun Ny. Lilis Herlan, Koordinator Kesehatan SATGAS Covid-19 Cidaun dan seluruh peserta pembinaan di Balai desa Neglasari. Kamis (09/09/2021).

Selanjutnya camat menyampaikan, “jika masyarakat ingin terlepas dari pandemi Covid-19 dan hidup pada suasana normal, ekonomi membaik, solusi satu-satunya vaksinasi dan menjalankan prokes plus swab test.

Sampai sekarang kecamatan Cidaun persentase vaksinasinya masih sangat rendah sekali, salah satunya di desa Neglasari. Pentingnya vaksinasi covid-19 dilaksanakan menuju masyarakat sehat, karena Inti dari aktivitas normal masyarakat dalam suasana pandemi covid-19 adalah sehat dan tidak adanya ancaman klaster baru agar kita bisa kembali hidup normal dengan melakukan adaptasi Kebiasaan Baru.

“Tujuan vaksinasi adalah; ‘meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh manusia, sehingga tidak mudah terserang penyakit terutama covid-19, namun meskipun sudah di vaksin harus tetap melaksanakan prokes 5M plus Vaksin, plus swep, karena bukan berarti sudah di vaksin menjadi kebal terhadap covid-19, sebab vaksin tujuannya adalah perlindungan dari covid-19.

Di kecamatan Cidaun dalam perminggunya selalu melaksanakan vaksinasi sesuai stok yang ada, dan jika kurang, pihak kesehatan kembali lakukan permohonan kuota sehingga mayarakat secepatnya terlayani akan vaksinasinya.

Pelayanan vaksinasi kita di Kecamatan Cidaun ini masih rendah, salah satu penyebabnya, “adanya HOAX terhadap proses vaksinasi”, ini menjadi tantangan kita bersama.

“Forkopimca dan MUI Kecamatan Cidaun yang tergabung dalam SATGAS Covid-19 Cidaun mengajak seluruh masyarakat untuk dapat melaksanakan vaksinasi agar kita memiliki kekebalan tubuh yang baik, bukan hanya untuk mencegah corona virus saja, namun juga untuk penyakit yang lainnya.

“Untuk mendapatkan informasi tentang vaksinasi, bisa menghubungi puskesmas Cidaun dan tetap disiplin prokes 5 M plus Vaksinasi, plus swep.

1. Mencuci tangan
2. Menggunakan masker
3. Menjaga jarak
4. Menghindari kerumunan
5. Mengurangi mobilitas

Kapolsek Cidaun AKP Sumardi. SH mengatakan, “kedepan sicovid-19 ini akan kita jadikan teman”. Tidak ada lagi PPKM dan lainnya.

Untuk itu sekarang harus terpenuhi vaksinasi, melakukan protokol kesehatan itu syaratnya.

Secara langsung Kapolsek mempertanyakan kepada perwakilan masyarakat dalam acara pembinaan itu apa alasannya sehingga masyarakat di desa Sukapura itu tidak mau di vaksin?

Sejumlah jawaban telah ditampung oleh polsek serta tim Satgas Covid-19 Cidaun di antara alasan utama itu adalah beredarnya HOAX tentang resiko vaksinasi itu sendiri di samping alasan kesehata dan lainnya.

Perwakilan tim kesehatan SATGAS Covid-19 Cidaun dari puskesmas Cibuluh menyampaikan, “secara singkat tapi dengan sangat jelas menerangkan kepada masyarakat apa itu pandemi Covid-19, PPKM, Prokes, vaksin, swab antigen dan PCR.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cidaun Arif Abdurrif’ah. SHI menerangkan tentang hukum vaksinasi dalam pandangan Islam.

Kegiatan pembinaan di desa Neglasari ini di barengi dengan kegiatan swab antigen pada peserta pembinaan oleh tim kesehatan puskesmas Cibuluh yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Cidaun.

Sebelumnya kepala desa Neglasari dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang tim SATGAS Covid-19 Cidaun di desa Neglasari dan mohon menyampaikan sedetil mungkin apa itu Covid-19 dan bagaimana mengatasinya, agar setiap perwakilan masyarakat dapat menjalankannya di desa Neglasari.

(AE Nasution)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *