Desa Sidomulyo, Terpilih Katagori ‘Desa Damai Aman Jauh dari Konflik’

  • Whatsapp
Suharto  Kepala Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu

KOTA BATU, RadarBangsa.co.id – Laju pademi Covid-19 di Indonesia hingga dewasa ini, masih belum adanya kepastian bebas dari cengkeraman virus yang membuat masyarakat was-was, bahkan galau. Sementara dampak dari pademi itu sendiri, sudah memberikan dampak pada segala sektor apapun mengalami penurunan.

Dengan belum adanya keputusan dari Pemerintah pusat jika Indonesia belum bisa terbebas dari Covid-19 seratus persen, tapi masyarakat tetap tidak bisa meremehkan virus ini menjadi ringan. Maka dihimbau tetap cara prilaku hidup sehat, jaga imun, cuci tangan, batasi pertemuan dengan banyak orang, jaga jarak, tetap pakai masker.

Bacaan Lainnya

Adanya kondisi seperti ini, himbauan dan tekanan gerakan pakai masker secara Nasional tetap dijalankan, bahkan hingga dimunculkanya peraturan pemerintah tentang penindakan tidak menggunakan masker ketika di ruang publik, ada konsekwensinya.

Berdasarkan kondisi seperti saat ini, banyak lembaga -lembaga sosial, organisasi masyarakat yang sangat peduli untuk menekan bahkan membantu membasmi virus corona di tengah masyarakat mulai dari perkotaan hingga sampai desa-desa,” terang Kepala Desa Sidomulyo Suharto, Kamis,(15/10/2020).

“Desa kami Sidomulyo, merupakan wilayah desa yang menjadi penilaian di seluruh Jatim yang masuk dalam katagori desa “Damai Aman Kondusiif” yang jauh dari rawan konflik, seperti halnya antar umat beragama, ras,suku ataupun lainya. Bahkan masyarakat desa Sidomulyo segi perekonomianya beranjak naik, dengan rata-rata menjadi petani, bahkan pengusaha produksi bunga terbesar di Pulau Jawa,”urai Suharto ketika diinvestigasi Radar Bangsa.

Dia, menambahkan, Desa Sidomulya menjadi pilihan dan penilaian katagori Desa “Aman Damai”, hal itu berdasarkan penelitian dari pihak Lembaga kajian Eutenika bersama Wahid Faoundation yang bertugas khusus memantau kondisi dan perkembangan desa-desa di Jawa Timur. Hal itu juga berkolaborasi dengan pihak LPPM Univeraitas Raden Rahmat, PUSKA Desa, Fisip Universitas Brawijaya, Peneliti Eutenika, juga bersama Lak PESDAM NU Sumenep, “terang Suharto.

“Maka dari hasil para ahli peneliti yang melibatkan banyak pihak itu, tentunya Pemerintah Desa Sidomulyo, sangat bangga dan terbuka bagi Lembaga apapun dengan tujuan memberikan edukasi pada masyarakat desa Sidomulyo dalam segala bidang.

Karena wilayah kami Sidomulyo, sangat potensi untuk bisa dijadikan wisata pendidikan, menginspirasi masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja lokal di desanya yang sangat potensi untuk bisa berkembang pesat di bidang petani bunga,” ujarnya.

Sudah banyak yang dibuktikan oleh masyarakat desa Sidomulya, semisal dari program Ibu-Ibu PKK, sudah berhasil menciptakan kerajinan dari limbah yang tidak terpakai untuk dijadikan pot bunga, serta memproduksi minuman bahan bakunya dari bunga mawar, dan bunga melati dikemas seperti minuman teh pada umumnya yang layak diminum.

Produksi minuman bahan baku dari bunga itu, sudah pernah mengikuti pameran di Jakarta pada tahun 2018 yang silam, dan saat ini tetap masih diproduksi oleh Ibu-Ibu PKK dengan binaan dari banyak pihak. Maka dengan edukasi atau diklat-diklat yang sudah dilakukan oleh masyarakat itu, akan berdampak positif kuatnya perekonomian dan lancarnya perputaran uang di wilayah desa Sidomulyo, berujung bisa menjadi desa “Aman dan Damai” sesuai penilian dari banyak Lembaga.

(Wan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *