Di Kediri, Panglima Nuhadi Bagikan Hadiah Pada Peserta Vaksinasi

Pemberian hadiah utama satu ekor Kambing kepada peserta vaksinasi yang beruntung

KEDIRI, RadarBansa.co.id – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nurhadi, S.Pd, membagikan berbagai hadiah kepada para perserta Vaksinasi Booster, seperti setrika, kipas angin, magic com, kompor gas, dan kambing. Pada kegiatan vaksinasi di Balai Desa Puhrubuh, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri ini, juga disediakan vaksin dosis 1 dan 2 bagi warga yang belum mendapatkan vaksinasi dosis tersebut.

Pemberian hadiah ini dilakukan dengan cara diundi dengan disaksikan oleh Camat Semen, perwakilan Koramil dan Polsek Semen, serta Pj. Kades Puhrubuh bersama para relawan setempat. Sedangkan pengundian tersebut juga disiarkan secara live melalui Channel YouTube Panglima Nurhadi, sebuah channel resmi yang selalu menyajikan berbagai kegiatan wakil rakyat dari Dapil Jawa Timur VI yang hampir setiap hari blusukan ke pelosok desa.

Bacaan Lainnya
Panglima Nurhadi didampingi tim Laskar Panji Peduli dan Forkompimcam Semen, serta Pj Kades Puhrubuh

Seusai pengundian hadiah, Nurhadi, S.Pd dikonfirmasi mengatakan, vaksinasi ini merupakan bentuk kepeduliannya dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan tema Lindungi Diri dan Keluarga dengan Vaksinasi Covid-19 bersama Poltekkes Malang, dan Mitra Komisi IX DPR RI, yaitu Kementerian Kesehatan, serta Puskesmas Semen, Pemerintah Desa Puhrubuh, dan Forkopimcam Semen.

“Kami dari Komisi IX DPR RI bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan percepatan vaksinasi, khususnya vaksin ketiga atau Bosster. Tapi disini kita juga menyediakan vaksin dosis pertama dan 2 untuk warga masyarakat yang belum mendapatkannya,” katanya, Minggu, 5 Juni 2022.

Pelaksanaan vaksinanasi Booster di Balai Desa Puhrubuh oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, S.Pd

Dipilihnya Desa Puhrubuh untuk kegiatan vaksinasi ini, lanjut Anggota DPR RI dengan jargon Semar Mbangun Kahyangan ini, karena data di wilayah Kecamatan Semen merupakan salah satu kecamatan yang tingkat vaksinasinya rendah. Maka dari itu pihaknya berusaha untuk membantu percepatan vaksinasi supaya wilayah Semen, dan khususnya Kabupaten Kediri segera memenuhi target sebagaimana yang ditetapkan pemerintah.

“Alhamdulillah warga masyarakat disini sangat antusias sekali, terbukti dari vaksin yang kita sediakan sebanyak seribu dosis, hampir habis semuanya, karena yang hadir hampir mencapai seribu warga. Mungkin kalau tadi cuacanya tidak hujan, maka warga yang hadir bisa melebihi target dari persediaan vaksin ini,” urainya.

Panglima Laskar Panji Peduli ini juga mengungkapkan, pemberian hadiah kepada para peserta vaksinasi ini merupakan salah satu upaya untuk merangsang warga masyarakat supaya mau mengikuti vaksinasi agar memiliki kekebalan tubuh yang kuat, sehingga Covid-19 segera minggat.

“Biasanya vaksin pertama itu dihadiri oleh warga karena memang membutuhkan vaksinasi, namun untuk dosis kedua atau ketiga ini ternyata kurang diminati warga. Oleh karena itu, kami memberikan bermacam-macam hadiah supaya mereka mau tertarik untuk ikut vaksinasi disini,” ungkapnya.

Panglima Nurhadi bernyanyi dan berjoget bersama warga sambil menunggu pemenang hadiah

Panglima Nurhadi juga menjelaskan, vaksin ini sebenarnya bukan cuma untuk kepentingan pemerintah saja, tetapi juga kepentingan semua warga. Karena ketika sudah mendapatkan vaksin sampai dosis ketiga, maka anti bodi ini makin kuat dan semakin kebal. Dan Indonesia ini menjadi pilot project negara yang berhasil dalam menangani pandemi.

“Bagi masyarakat yang belum Vaksinasi Booster, atau bahkan dosis pertama dan kedua, segera mendatangi tempat-tempat yang telah ditunjuk, seperti Puskesmas, atau kantor-kantor desa setempat, serta institusi TNI dan Polri yang juga mempunyai jadwal vaksinasi rutin. Dimana ada kegiatan vaksinasi, silahkan datang untuk ikut vaksin. Karena ini untuk diri kita sendiri. Kita kuat sehat, tetangga kuat dan sehat, tetangga desa juga kuat dan sehat, maka tercipta komunitas orang-orang sehat. Dan apabila Corona sampai kembali lagi, maka tubuh kita semuanya sudah kuat menghadapinya. Dan itulah namanya fase Endemi,” himbaunya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.