Diawali Santunan Anak Yatim dan Dhuafa, Kopdar “Padang Howo” Bahas Isu Pembangunan dan Banjir

  • Whatsapp

PASURUAN,RadarBangsa.co.id – Dalam rangka giat Kopi Darat (Kopdar) yang ke 5, kali ini komunitas grup Whatsapp “Padang Howo” Kota Pasuruan yang diawali dengan acara santunan 10 anak yatim dan 20 dhuafa membahas isu terkait pembangunan dan penanggulangan banjir.

Dengan bertemakan ‘Menjalin Persatuan Menuju Pasuruan Sejahtera’, acara diskusi atau rembuk warga didalam wadah grup Padang Howo yang mana sebagai fungsi kontrol dan pengawasan diluar Pemerintahan tersebut tak lain untuk membahas tentang dinamika yang terjadi di Kota Pasuruan.

Read More

Baik terhadap suatu kebijakan pemerintah yang dinilai kurang berpihak kepada rakyat, penggunanaan anggaran yang dinilai tidak pada skala prioritas serta upaya Pemerintah didalam penanggulangan terhadap suatu bencana seperti banjir ketika musim penghujan turun.

Untuk acara Kopdar yang dilaksanakan di rumah kediaman Muhamad Minwahyudi alias Kang Domo dijalan Dr Wahidin 10 Kelurahan Purut, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan pada Selasa (14/1) pukul 19.00 wib malam tersebut, diikuti oleh seluruh komponen atau elemen masyarakat Kota dan Kabupaten Pasuruan dari berbagai kalangan dan juga profesi.

Mulai dari masyarakat lintas bawah, tokoh masyarakat, tokoh ulama, Ormas atau LSM, jajaran Politisi, Budayawan, Pemerintah baik dari Eksekutif maupun Legeslatif berkumpul bersama dalam satu misinya yakni bersinergi guna membangun Kota Pasuruan yang lebih baik, maju dan juga lebih sejahtera dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kaitan dengan apa yang terjadi di Kota Pasuruan selama ini, Pudjo Basuki selaku tokoh inspiratif masyarakat yang juga berasal dari mantan senior politisi dari Partai PDIP dengan lantang mengkritik kinerja pemerintah terkait tranparansi dan akuntabilitas pada kebijakan dan penggunaan anggaran yang di kelola.

“Berbagai macam kebijakan termasuk didalam pelaksana pemerintah itu harus tetap berpijak pada azas transparansi dan akuntabilitas, kata kuncinya dua itu saja. Yang mana dengan cara mengaplikasi dan mengimplementasikan kepada masyarakat bentuk mekanisme itu dengan cara hearing dengan DPR”. Tegas Pudjo Basuki dalam acara tema diskusi tersebut.

Lebih lanjut, Pudjo Basuki juga menyinggung mengenai lemahnya komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat menjadi salah satu faktor tidak adanya transparansi. Termasuk mengenai aturan dan mekanisme didalam proses pelaksanaan pembangunan yang ada, baik ditingkat eksekutif utamanya legeslatif itu sendiri.

“Jangan sampai ketika permasalahan terhadap pelaksanaan program atau pembangunan itu muncul, baru masyarakat mengetahui. Akuntabilitas tanpa dipertanggung jawabkan semua kepada rakyat, karena rakyat lah pemegang kedaulatan itu sendiri. Ini yang masih belum jelas di pemerintahan ini, untuk itu atur mekanismenya baik di eksekutif maupun di legeslatif”. Pungkasnya.

Sementara menanggapi adanya usulan dan juga kritikan didalam forum diskusi Kopdar Padang Howo tersebut, dalam hal ini Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail Marzuki Hasan sangat mengapresiasi dan menyambut baik setiap usulan atau masukan dari masyarakat kepada setiap kebijakan pemerintah.

“Harus kita lihat dari sisi positifnya lah, yang mana ada keinginan dari masyarakat Kota Pasuruan yang hari ini terhimpun dalam grup ini yang lebih besar dalam percepatan pembangunan dan itu harus kita tanggapi positif dan kita apresiasi. Suatu kritik yang sifatnya membangun itu boleh boleh saja, asal jangan menghujat karena itu akan didasari dengan rasa tidak senang”. Ungkap Ismail, seusai acara Kopdar.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kota Pasuruan Ahmad Zubaidi, yang juga ikut nimbrung dalam acara Kopdar. Yang mana melalui pesannya, bahwa sarana diskusi yang dilakukan di grup Padang Howo tak lain harus dilandasi dengan kebersamaan dan kekeluargaan.

“Kebersamaan kita melandasi pertemuan semacam ini, komunitas kita dilandasi dengan kekeluargaan, sehingga apapun yang kita diskusikan pada malam ini sebagai bentuk kritik yang mana sifatnya untuk membangun agar lebih baik lagi”. Ujar Akhmad Zubaidi.

Kedepan Dirinya juga berharap, agar pemangku Pemerintah tepat didalam mengatur perencanaan, pengawasan maupun dalam penggunaan anggaran. Sehingga nantinya dapat berjalan dengan baik dan juga tepat.

“Tentunya tak lain kita berharap kedepan kepada pemerintah agar tepat dalam perencanaan, tepat pengawasan dan tepat penggunaan anggaran, sehingga itu semua dapat terlaksana dengan sebaik baiknya. Kemudian warna warni diantara kita, kami yakin dan percaya kita sepakat itu tidak mengganggu suasana dan menyinggung tugas kita”. Imbuh Akhmad Zubaidi.

Tentunya selain berkat upaya dan kerja keras daripada para pemangku komunitas grup Whatsapp di Padang Howo, suksesnya acara Kopdar ke 5 tersebut juga tak lepas dari peran serta dan juga dukungan dari para donatur yang turut berpartisipasi didalamnya.

Sehingga acara yang ada pun berjalan lancar dan memberi manfaat, baik bagi masyarakat maupun bagi Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemerintah Kota Pasuruan Kota secara umum.

Maka dari itu Wakil Ketua DPD Pospera Jawa Timur, Amin Suprayitno yang juga selaku daripada Admin di grup Whatsapp Padang Howo berharap kepada pihak Pemerintah agar setiap aspirasi masyarakat yang ada bisa disimpulkan dan selanjutnya dapat ditindaklanjuti demi kemajuan bersama.

“Tiap Kopdar itu berkaitan dengan diskusi yang ada di grup yang terupdate, dan kalau malam hari ini tentang infrastruktur banyak yang mangkrak, roboh dan lain sebagainya serta masalah banjir. Ini bagian dari aspirasi masyarakat di Padang Howo dan besar harapan kami ini bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah agar menjadi lebih baik”. Tukasnya Prayit. (Ank/Ek)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *