Dibiarkan, Kerusakan Jembatan Tambakrejo – Sidogiri Pasuruan, Diduga Dinas Terkait Nunggu Nyawa Melayang

  • Whatsapp

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Kondisi jembatan rusak atau ambles dijalur Tambakrejo-Sidogiri, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan banyak dikeluhkan warga khususnya pengguna jalan.

Pasalnya tidak sedikit para pengendara, baik roda 2 maupun roda 4 dibikin terkejut lantaran kondisi amblesnya jembatan yang lumayan dalam. Bahkan ada juga pengendara roda yang jatuh terpental serta kendaraan mobil yang menabrak tanda hati hati berupa drum besi yang dipasang oleh warga terlebih pada kondisi malam hari.

Bacaan Lainnya

Kondisi jembatan yang rusak atau ambles sekitar 70 persen dengan kedalaman kurang lebih 15 centimeter, tepatnya didepan Kantor Urusan Agama (KUA) Cabang wilayah Kraton, Kabupaten Pasuruan itu jelas sangat mengganggu serta membahayakan keselamatan jiwa khususnya pengendara.

“Banyak pengendara yang jatuh dari motor Mas….!! Karena dari kejauhan tidak terlihat, ditambah kerusakan yang terlihat samar samar dan langsung diterjang terus korban jatuh bahkan ada yang terpental dari boncengan”. Ujar Samsi penjual Es buah, warga sekitar Senin (9/12) pagi.

Guna meminiamlisir adanya korban jatuh yang lebih banyak, sejumlah warga tak bosan bosan memasang tanda berupa tong besi meskipun berkali kali dilakukan.

“Terus masalah pemasangan berupa tong besi ini, kita bersama warga sudah habis 3 tong Mas…!! Karena rusak akibat ditabrak kendaraan besar kayak dump truk, memang kalau kondisi malam hari sangat gelap dan tidak terlihat. Kondisi ini sudah kurang lebih ada satu bulanan lah”. Tukas Samsi.

Sementara menurut salah satu pengendara motor ketika dikonfirmasi kaitan dengan kerusakan jalan yang seolah belum ada perhatian dari Pemerintah dan Dinas terkait menyampaikan keluhannya.

“Jelas kalau melihat kondisi seperti ini mengancam keselamatan, bahkan saya sendiri aja sempat terpental dan beruntung saya bisa mengendalikannya. Waktu itu hampir saya terjatuh, untungnya saya sendirian tidak berboncengan”. Ungkap Salim (36) warga Sungiwetan, yang setiap harinya melintasi jalur tersebut.

Dengan kondisi tersebut, setidaknya ada upaya cepat dari Dinas terkait. Mengingat tingkat ancaman terhadap keselamatan sangat besar, karena selain terlihat samar minimnya penerangan dilokasi juga menjadi salah satu faktor korban berjatuhan. (ank/ek)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *