Dicolong maling, Dua Ekor Sapi Berhasil Ditemukan

0
40

Lumajang, Radarbangsa.co.id – Suasana Hari raya idul Fitri masih saja maling beraksi. Ini kali, Dua ekor sapi milik Sutris (60) warga dusun Beka, Desa Sawaran Lor, kecamatan Klakah, kabupaten Lumajang Jawa timur raib di colong maling. Namun masih beruntung, berkat anjing pelacak dan drone, akhirnya dua ekor sapi berhasil ditemukan, Jumat (07/06/2019) sekira pukul 02.30 Wib dini hari.

Dalam pencarian dua sapi, Tim Cobra Polres Lumajang bersama Satgas Keamanan Desa Sawaran Lor serta masyarakat melakukan pencarian dengan cara mengikuti jejak sapi untuk melacak sapi yang hilang. Anjing pelacak pun diterjunkan untuk mengikuti jejak sapi serta penggunaan drone untuk memantau dari atas.

Pada akhirnya anjing pelacak menemukan baju yg di duga milik pelaku, dan selanjutnya menemukan 1 ekor sapi di Dusun Gambang Desa Jenggrong Kec. Ranuyoso, Kab. Lumajang.

Pencarian terus dilakukan, sampai akhirnya bisa menemukan sapi yang kedua di curah Tlempik, Dusun Beka tengah, Desa Jenggrong, Kec. Ranuyoso, kab Lumajang. Sapi kedua yang ditemukan dalam keadaan diikat kaki dan leher, sehingga terlihat kondisinya lemas.

Kapolres Lumajang, AKBP. DR. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., MM., M.H., saat di hubungi melalui telpon selulernya, Jumat (08/06) mengungkapkan, “Alhamdulillah berkat ditemukan baju dari salah satu tersangka, anjing pelacak berhasil mencium jejak sapi tersebut, sehingga dua sapi yang di curi berhasil ditemukan,” Ujar Arsal.

“Walaupun kedua sapi berhasil ditemukan, tapi saya juga kecewa, karena beberapa program saya untuk mengatasi pencuriam sapi belum maksimal dijalankan. Saya berharap masyarakat mau membeli rantai sapi yang hanya seharga Rp. 100.000,- untuk mengamankan ternak mereka,” Ujar Arsal kembali”

“Secara preventif saya telah gelorakan program 3 lapis keamanan untuk mengatasi pencurian sapi. Yaitu lapis pertama program komunitas rantai sapi, sebagai bentuk tanggung jawab pribadi para pemilik sapi. Kemudian lapis kedua program garasi ternak, dimana sapi dalam 1 RT dikumpulkan dalam 1 kandang bersama dan juga diawasi bersama. Lapis ketiga program pembentukan Satgas Keamanan Desa, yang mana program SKD ini merupakan penyelesaian komprehensif mengatasi masalah-masalah kamtibmas di tiap Desa, termasuk masalah pencurian sapi. Saat ini Satgas Keamanan Desa sudah terbentuk di 198 desa dengan jumlah personil mencapai 5.940 orang yang merupakan relawan – relawan keamanan yang tidak digaji,“ ungkap Kapolres

Kapolsek Klakah, AKP. Dodik Suwarno, S.H., “masyarakat saat ini sudah mulai peduli untuk melaporkan setiap kejadian pencurian sapi kepada kami, dimana dengan kehadiran Tim Cobra, memberikan semangat kepada masyarakat,” ujar dodik.

Dilokasi pencarian terlihat semua unsur bahu-membahu mencari sapi yang hilang. Selain Tim Cobra dan satgas keamanan Desa, terlihat juga Danramil klakah dan kapolsek klakah mengomando proses pencarian bersama masyarakat Desa Sawaran Lor.

Reporter: Riaman

LEAVE A REPLY