Diduga adanya Gratifikasi Oleh Oknum Jukir di Wisata Religi Sunan Drajat Lamongan

Karcis masuk ke tempat Rekreasi, "Wisata Budaya Sunan Drajat, yang tak sesuai nominalnya dan aturan (IST)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Salah satu driver (sopir) pengantar peziarah, korban dugaan pungutan liar (pungli) oknum juru parkir (jukir) wisata religi makam Sunan Drajat di Kabupaten Lamongan Jawa Timur.

Ia menyampaikan dalam cuitan facebooknya pada kolom Lamongan News dengan akun atas nama Fandoly New.

Bacaan Lainnya

Kejadian bermula saat dirinya mengantarkan para peziarah ke maka Sunan Drajad. Dikatakannya, “Meresahkan para sopir, wisata religi Sunan Drajat Lamongan.

Selain itu, kata dia, besarnya ongkos parkir sampai 40 ribu di bandingkan di tempat parkir wisata religi yang lain, hanya 15 ribu”. Hal ini terjadi di Parkiran Sunan Drajat,” kata Fandoly New dikutip dari akun Faceboknya.

Kita ketahui bersama bahwa di kartu parkir (Karcis) tersebut tertera Pemerintah Kabupaten Lamongan, Karcis Tanda Masuk Tempat Rekreasi, “Wisata Budaya Sunan Drajat”, Perda No. 3 Tahun 2020 Untuk Usia 4 th keatas.

Dengan Nomor urut parkir 0072xx (ribuan dan hampir jutaan) kendaraan sebesar Rp. 2000,-, seri: ……… , Tanggal dan Paraf Petugas (dikosongi).

Namun, disitu ada tulisan tinta hitam bolpoint dengan kata “ELF” di bawahnya tulisan “ELF” tepatnya di kolom seri di tulis Rp. 40.000,-

Bisa diasumsikan:
– Dibuat rata-rata 7000 kendaraan tiap hari.
– Rp. 40.000,- tiap kendaraan “ELF”
– Tertera Karcis Tanda Masuk Rp. 2.000,-
– Dikatagorikan Rp. 2.000,- setor ke
Pemkab, (Rp. 40.000,- – Rp. 2.000,- = Rp.
38.000,-).
– Akomulasi (7.000,- x 38.000,- = Rp.
266.000.000,-), kisaran itu untuk karcis
“ELF” belum lagi karcis (tiket) kendaraan
Bus dan sepeda motor.

Karcis (tiket) tertera dan bertempel tinta biru, bertuliskan TERMASUK JAMINAN ASURANSI PT. JASARAHARJA PUTERA.

Siti Rubikah,S.E. M.Si; Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Rubika menyampaikan penjelasan terkait karcis tanda masuk “bukan karcis parkir” sunan drajat sudah sesuai dg perda nomor 3 tahun 2020 untuk 4 tahun ke atas per orang 2 ribu. ungkapnya

Respon cepat, Rubika, saya hari ini langsung cek ke makam sunan drajat terkait adanya tambahan tulisan ELF 40 ribu. Ditambabkan, tanpa sepengetahuan dinas dan setelah kami mintai penjelasan pihak yang terkait.

Menurut penjelasan petugas di lapangan itu akumulasi dari jumlah penumpang di ELF dan saya sudah perintahkan untuk tidak memberikan tambahan tulisan apapun di karcis tersebut,” tegas Rubuka. Minggu (16/01/2022).

Terpisah, Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Yoan Septi Hendri “Bentar mas, tak cek dulu, dalam arti, Yoan, akan melakukan kroscek terlebih dahulu. terangnya pada saat di konfimasi awak media RadarBangsa

Menurut Kasat Reskrim yang punya “Brand Kerja Cepat” ini menegaskan, “Akan kami cek, apabila ada indikasi pelanggaran akan kita tindak,” tegas AKP Yoan yang pernah menyabet Penghargaan Kapolda Jatim Award ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.