Diduga Dampak Korupsi Warga Dusun Betro Geram Terhadap Pelaku

0
549

Pasuruan,radarbangsa.co.id – Ririn adalah seorang kasun (kepala dusun) Betro, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan, tidak lama lagi akan di panggil oleh Polres Pasuruan (Tipikor) terkait dugaan Korupsi yang di lakukan dari hasil uang Portal, tentu saja membuat perasaan hati Ririn Rohmawati tidak tenang yang ada di hatinya hanya rasa resah dan gelisah,

Berdasarkan data yang sudah di dapat oleh Media Radar Bangsa dan sudah di tanda tangani oleh Kades Saleh, menunjukkan angka yang sangat fantastik, keselisihan administrasi dalam satu tahun, di tahun 2018. Sebesar Rp. 247,185,000,- (dua ratus empat puluh tujuh juta seratus delapan puluh lima ribu rupiah). Tentu saja warga Betro marah dan geram terkait dugaan yang di lakukan oleh Ririn Rohmawati karena sudah di anggap tidak dapat menjaga amanah dan memperkaya diri sehingga warga melakukan pelaporan ke Polres Pasuruan, Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Terlepas dari laporan di tahun 2018. Kepada kadesnya belum menyentuh di laporan tahun sebelumnya karena jabatan yang sudah dijalani oleh Ririn Rohmawati sudah 3 (tiga) Tahun, akankah nantinya laporan di tahun sebelumnya lebih besar, apakah lebih kecil keselisihan laporan keuangan tersebut, LSM KPK (Komunitas Pemberantas Korupsi) terus menelusuri hingga tuntas.

Kades Saleh juga mengungkapkan akan terus melakukan penelusuran terkait kekurangan uang portal tersebut dan tidak akan pernah takut akan ancaman-ancaman yang di lakukakan oleh keluarga Ririn Rohmawati, akan dia hadapi secara gentlement, karena di anggap apa yang di lakukan oleh kades Saleh adalah benar, awak media Radar Bangsa pun mendapat informasi dari pihak Polres Pasuruan (Tipikor) bahwa kasus ini sedang dalam pemeriksaan, beberapa saksi sudah di panggil untuk di mintai keterangannya antara lain, Kades Saleh, selaku Kepala Desa, Juanik selaku bendahara desa, serta Mu’id selaku BPD.

Menurut informasi yang di himpun oleh media Radar Bangsa keterangan dari kades saleh mengatakan “bahwa Ririn sempat datang ke rumah kades Saleh sekitar pukul 09.00 pagi, hingga pukul 18.00 sore, beberapa waktu lalu dan Ririn Rohmawati juga mengakui atas uang yang di KORUPSI namun pengakuan tersebut hanya sebesar 90 juta rupiah, sambil memohon ampun dan menangis termehek-mehek sambil mengeluarkan air mata buayanya dengan harapan tidak sampai di proses secara hukum,

Ibarat nasi sudah menjadi bubur, Kades Saleh tidak percaya begitu saja dengan Ririn Rohmawati karena tegoran berkali-kali sudah di lontarkan bahwa jangan makan uang desa atau rakyat nantinya akan berurusan dengan hukum” ungkap Kades Saleh kepada Ririn Rohmawati, namun teguran demi tegoran tersebut tidak di indahkan oleh Ririn Rohmawati sehingga benar apa yang di katakan Kades Saleh sa’at ini tinggal menunggu keputusan dari pihak Polres (Tipikor) dan pemanggilan karena warga tidak terima atas ulah Ririn Rohmawati.

Ririn Rohmawati juga memberikan kuasa kepada Sonhadji selaku ketua PPDI (Persatuan Perangkat Desa Indonesia) Atas dugaan kasus tersebut namun setelah di konfirmasi oleh salah satu media Radar Bangsa Sonhadji mengatakan “bahwa laporan tersebut tidak punya dasar dan bukti yang Autentik sehingga kasus tersebut nantinya akan ngambang mas” begitu ungkap Sonhadji melalui audio yang di kirimkan ke salah satu media dan LSM, Mestinya Sonhadji menyikapi dan menghargai kepada Kepolisian karena proses sedang berjalan, dan yang punya wewenang adalah kepolisian bukan Sonhadji selaku ketua PPDI untuk menyimpulkan dari beberapa keterangan saksi-saksi yang sudah di panggil oleh Polres (Tipikor). Bersambung…(Tim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here