Diduga Dapat Gaji Dobel Oknum Perangkat Desa di Lamongan, Kabid Pmd : Saya Klarifikasi Dulu

- Redaksi

Selasa, 20 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Oknum perangkat desa Bugel, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan diduga mendapat gaji dobel dari Siltap (penghasilan tetap), menerima tunjangan atas jabatannya di desa, termasuk menerima gaji dari honorer daerah (honda).

Meningkatnya pengasilan tetap (siltap) perangkat desa yang sudah setara dengan gaji PNS golongan II/A, diharapkan dibarengi meningkatnya kinerja perangkat desa dalam melayani masyarakat dan melaksanakan tugas sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing masing.

Bukan itu saja, tentu diharapkan pula agar tidak ada lagi perangkat desa yang mempunyai pekerjaan ganda (double job).

Sesuai dengan aturan yang tertuang dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, telah dijelaskan secara tegas, perangkat desa tidak boleh rangkap jabatan dengan sumber gaji yang sama dari Negara, baik itu ABPN maupun APBD.

Sementara Ketua Umum Non Government Organization Jaring Pelaksana Antisipasi Keamanan (NGO JALAK) Amin Santoso mengungkapkan, Meski sudah ada larangan, perangkat desa tidak boleh lagi memiliki dua pekerjaan (double job). Namun, tampaknya hal itu belum maksimalnya kepengawasan dari Pemdes setempat dan Pemda,

Baca Juga  Forum Konsultasi Publik: Dorong Partisipasi dan Inovasi Pangan di Sidoarjo

“Hal ini membuktikan lemahnya pemerintahan dalam menerapkan suatu aturan. Sepertinya peraturan hanya sekedar diucapkan saja. Kenyataannya masih ada beberapa perangkat menerima tunjangan atas jabatannya di desa, termasuk menerima gaji dari honorer daerah (honda),” ungkap Ketua Umum Non Government Organization Jaring Pelaksana Antisipasi Keamanan (NGO JALAK) Amin Santoso.

Lanjut Bang Amin sapaan akrabnya, Seperti yang terjadi pada seorang oknum perangkat desa Bugel, Kecamatan Sekaran berinisial S-N (38) yang juga menjabat sebagai Bendahara Desa Bugel, “Ternyata merangkap sebagai Tenaga Kerja Honorer Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan di salah satu Puskesmas yang ada di Kecamatan Sekaran,” tambahnya.

Baca Juga  Geger! Oknum Perangkat Desa Bakalanpule Lamongan Diduga Selingkuh dengan Istri Orang

Sementara menurut Kepala Desa (Kades) Bugel, Hj. Sulistyowati, saat dikonfirmasi sejumlah awak media, membenarkan bahwa S-N, memang sebagai Perangkat Desa dan menjabat sebagai Bendahara Desa.

“Itu baru mau ke P3K (Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), berapa lamanya bekerja sebagai tenaga administrasi di salah satu instansi, kurang lebih tiga tahun,” katanya.

Saat ditanya, soal pengasilan tetap (siltap) dari perangkat desa sebesar Rp. 2.019 ribu dan diketahui termasuk menerima gaji dari honorer daerah yang asalnya Rp. 800 ribu sekarang ada kenaikan sebesar Rp. 1.400 ribu dari tiap tahun perpanjangan kontrak kerja.

“Berkaitan dengan perangkat desa yang mempunyai pekerjaan ganda (double job), kemarin sudah saya bilangi harus memilih salah satunya,” ujar Kades.

Akan tetapi, kata Kades, pokoknya nanti setelah dibuka pendaftaran setingkat PNS sudah kami konfirmasi dan kita panggil. Surat pengunduran dirinya berkisar, pokonya pada tahun 2023 nanti.

Baca Juga  UMKM di Pasuruan Mendapatkan Pendampingan Pemkab

“Kita sudah menegaskan, besok saya suruh memilih salah satu, sebelum akhir tahun, secepatnya. Dia daftar admin (p3k) katanya belum ada tes, baru tenaga kesehatan, cuma tenaga honorer itu saja,” terang Kades Bugel Sulistyowati.

Sementara Sutaji Camat Kecamatan Sekaran, saat di komfirmasi terkait seorang oknum perangkat desa Bugel, Kecamatan Sekaran berinisial S-N (38), ternyata merangkap sebagai Tenaga Kerja Honorer Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan di salah satu Puskesmas yang ada di Kecamatan Sekaran.

Camat Kecamatan Sekaran Sutaji cuma menyampaikan “Siyap dan ok,” singkatnya pada Selasa (20/12).

Terpisah, Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan, Isma’un, saat di hubungi tentang perangkat desa yang mempunyai pekerjaan ganda (double job).

“Saya klarifikasi dulu,” ujar Isma’un.

Berita Terkait

Ratusan Emak-Emak Antusias Sambut Warling Bu Mimik Cawabup Sidoarjo
H Subandi, Calon Bupati Sidoarjo Nomer Urut 01, Merangkul Masyarakat untuk Mendengar Aspirasi di Cafe Ekopilogi
DPU CKPP Banyuwangi : Targetkan Rampung Tahun ini Pembangunan Jembatan Karangdoro Terus Dikebut
Calon Bupati Sidoarjo H Subandi Hadiri Doa Bersama di Desa Plumbungan
Pj Gubernur Jatim Adhy Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Blitar Terdampak Kemarau
Pj Gubernur Adhy Salurkan Bansos dan Alat Bantu Disabilitas di Blitar
Jelang Hari Jadi ke-79 Jawa Timur, Pj Gubernur Adhy Karyono Pimpin Ziarah di Makam Bung Karno
Geber Sidoarjo, 15 Ribu ASN Serentak Kerja Bakti Bersihkan Kota
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 6 Oktober 2024 - 10:32 WIB

Ratusan Emak-Emak Antusias Sambut Warling Bu Mimik Cawabup Sidoarjo

Sabtu, 5 Oktober 2024 - 09:25 WIB

DPU CKPP Banyuwangi : Targetkan Rampung Tahun ini Pembangunan Jembatan Karangdoro Terus Dikebut

Sabtu, 5 Oktober 2024 - 08:10 WIB

Calon Bupati Sidoarjo H Subandi Hadiri Doa Bersama di Desa Plumbungan

Jumat, 4 Oktober 2024 - 16:04 WIB

Pj Gubernur Jatim Adhy Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Blitar Terdampak Kemarau

Jumat, 4 Oktober 2024 - 15:13 WIB

Pj Gubernur Adhy Salurkan Bansos dan Alat Bantu Disabilitas di Blitar

Berita Terbaru

Gaya Hidup

Sound of Ijen Caldera Bondowoso Hadirkan D’Bagindas

Minggu, 6 Okt 2024 - 11:40 WIB

Calon Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik saat senam minggu pagi (IST)

Politik - Pemerintahan

Ratusan Emak-Emak Antusias Sambut Warling Bu Mimik Cawabup Sidoarjo

Minggu, 6 Okt 2024 - 10:32 WIB