Diduga Jadi Korban Tabrak Lari, Pelajar SMK di Lumajang Satu Meninggal Dunia dan Satu Kritis

Pelajar SMKN di Lumajang jadi Korban tabrak lari di Jalan umum, tepatnya di Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Kamis (5/1/2023) (Dok Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Lumajang, for Riyaman/RB)

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id – Dua pelajar SMKN di Lumajang diduga menjadi korban tabrak lari di Jalan umum, tepatnya di Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Kamis (5/1/2023) sekitar Pukul: 06.30 WIB.

Korban yang meninggal dunia adalah Era Lindiana Wati ( 18 ) Pelajar, warga Dusun Krajan, RT. 17, RW. 03, Desa Kaliboto Lor, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang. Dan Mutiara Aminatus Hasanah (19) pelajar, juga dari desa dan kecamatan yang sama, hanya mengalami luka pada kening dan tangan, dan langsung dilarikan ke RSU Djatiroto Lumajang untuk mendapatkan perawatan medis.

Bacaan Lainnya

Informasi berhasil dihimpun Radarbangsa.co.id dari polisi, bahwa korban di tabrak dari depan oleh kendaraan pickup yang pengendaranya tidak dikenal.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Lumajang, Iptu Loni Roi M, SH, dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Kamis malam (5/1)2023) membenarkan adanya kejadian tersebut. “Ya benar, telah terjadi tabrak lari di jalan umum, di Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, korbannya pelajar SMKN meninggal dunia, dan 1 luka ringan, ” ungkap Iptu Loni Roi, kepada Radarbangsa.co.id, Kamis malam (5/1).

Dijelaskannya, Semula kendaraan tidak dikenal berjalan dari arah barat ke timur, mendahului kendaraan lain yang berjalan searah didepannya, dan menabrak sepeda motor Honda Beat No. Pol. N-4227-YAJ yang berjalan dari arah berlawanan (timur ke barat) sehingga terjadi lakalantas, namun kendaraan pick up tidak dikenal tidak berhenti dan melanjutkan perjalanan kearah timur.

“Kendaraan tidak dikenal kurang waspada saat mendahului kendaraan lain yang berjalan searah didepannya, sehingga menyebabkan terjadinya lakalantas dan melarikan diri,” terang Loni.

Dalam kejadian tersebut, kerugian material di taksir Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah).

Hingga saat ini polisi terus memburu pickup misterius yang melarikan diri tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *