Diduga Marak Kejahatan Lingkungan, LSM GMBI Geruduk Kementerian LHK di Jakarta

  • Whatsapp

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Ribuan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Pada Kamis (12/11/2020) Menggelar unjuk rasa di Gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) yang tepatnya di Jalan. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat.

Dalam siaran pers pernyataan sikap dari Ketua Umum sekaligus Pendiri LSM GMBI, Moh. Fauzan Rachman,SE. akan menyampaikan beberapa persoalan antara lain :

Bacaan Lainnya

1, Meminta PT. PLN (Persero) sebagai pemegang sejumlah IPPKH lahan kawasan hutan
yang tersebar di wilayah Propinsi Jawa Barat segera menyelesaikan kewajiban
memberikan kompensasi lahan dan reboisasi.

2. Meminta PT. KCIC sebagai pemegang sejumlah IPPKH lahan kawasan hutan yang
tersebar di wilayah Propinsi Jawa Barat segera menyelesaikan kewajiban memberikan
kompensasi lahan reboisasi.

3. Meminta segera menangkap dan memproses secara hukum pelaku penyerobotan tanah dan
pengrusakan lahan hutan yang dilakukan oleh PT. Teknindo Di wilayah Maluku Utara.
4. Meminta segera menangkap dan memproses secara hukum pelaku pembuangan limbah B3
tanpa izin yang dilakukan oleh PT. Sankey Goshu Indonesia (SGI) di Kab Bekasi Jawa
Barat.

5. Meminta segera menangkap dan memproses secara hukum pelaku pembuangan limbah B3
yang di lakukan oleh PT. Pacific Estern Coconut Utama (PECU) yang mengakibatkan
pencemaran sungai Citojong Kab. Pangandaran Jawa Barat.

6. Meminta segera memeriksa dan memproses secara hukum pelaku pembuangan limbah B3
(Pasir Foundry) tanpa izin yang di lakukan oleh PT. Bakrie Autopart di Kota Bekasi Jawa
Barat.

7. Segera proses tentang pembiaran pelanggaran yang dilakukan oleh oknum atau instansi
pengawas.

8. Segera lakukan tindakan sangsi hukum kepada yang tidak memberikan kompensasi lahan
pinjam pakai kawasan hutan.

9. Meminta kepada menteri KLH segera melaporkan pihak-pihak yang melakukan
pelanggaran kepada APH dan , apabila tidak ada pelaporan serta tindakan tegas, maka
kami akan segera melaporkan kepada APH dan KPK bahwa ada indikasi pembiaran
pelanggaran tentang adanya kerugian negara yang dilakukan menteri KLH.

10.Meminta segera memeriksa dan memproses secara hukum pelaku pembuangan limbah B3
tanpa ijin yang dilakukan oleh PT. Rona Niaga Raya di Kab. Ciamis Jawa Barat.

11.Meminta segera tindak secara hukum kepada oknum yang turut serta melakukan
pengrusakan hutan, lahan hutan sehingga mengakibatkan pencemaran lingkungan serta
membuat kehidupan rakyat menderita.

12. LSM GMBI meminta kepada menteri KLH beserta jajaranya untuk segera menindak
tegas perusahaan BUMN dan swasta yang terindikasi melakukan pelanggaran serta
menyingkirkan para oknum yang terlibat dan membackingi perusahaan. Apabila tidak ada
tindakan maka kami akan segera melaporkan kepada APH dan KPK karena diduga telah
terjadi pembiaran pelanggaran yang menimbulkan kerugian negara.

Sementara, Ketua DPD LSM GMBI kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, Ono Cahyono, menjelaskan, Aksi unjuk rasa hari ini, akan melaporkan beberapa kasus terkait tentang beberapa point kejahatan lingkungan hidup dan pembuangan limbah B3 dan non B3 yang merusak lingkungan masyarakat serta adanya oknum-oknum yang terindikasi terlibat,” ungkapnya.

Ono, mengatakan,“Aksi Unjuk rasa kali ini, diikuti anggota LSM GMBI Wilayah Teritorial (Wilter) Jawa Barat, DKI, Banten dan Lampung totalnya sekitar 30 DPD (Kota/Kab) guna menyampaikan laporan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait pelanggaran Hukum Tindak Pidana Lingkungan Hidup di Beberapa wilayah di Indonesia,” ucapnya.

Lebih lanjut lagi, Ono. Mengungkapkan.anggota LSM GMBI berangkat dari daerahnya menggunakan kendaraan bus, Travel dan kendaraan pribadi sejak malam hari dan berkumpul di gate 10 Stadion GBK, sekitar jam 07:00 anggota LSM GMBI mulai berjalan kaki menuju Gedung Manggala Wanabhakti kemudian setelah sampai dari perwakilan DPD langsung berorasi secara bergantian menyampaikan persoalan di daerahnya masing-masing. ungkapnya.

Ono, menambahkan. Kami berharap apa yang telah disampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) agar segera ditanggapinya. pungkasnya

Berdasarkan pantauan dilapangan. Pihak Aparat kepolisian untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga ketertiban umum, melakukan penjagaan di sekitar lokasi aksi, serta mengatur arus lalu lintas kendaraan.

(Jay)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *