Diduga Masih Beroperasi, Pengelola Rumah Makan Tersegel di Sampang Ini akan Dipanggil

  • Whatsapp
Rumah Makan Masakan Padang di Sampang yang masih di segel oleh Satpol PP [IST]

SAMPANG, RadarBangsa.co.id – Pengelola Rumah Makan (RM) Masakan Padang di jalan Rajawali Kelurahan Karang Dalam Sampang Madura Jawa Timur akan dipanggil dan diperiksa

Pemanggilan dan pemeriksaan oleh Pejabat Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang karena dianggap masih beroperasi walaupun sudah diberi tanda Penutupan Sementara

Bacaan Lainnya

Pernyataan itu di sampaikan oleh Kabid Pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan BPPKAD Hj Chairijah SH MH Sabtu (20/3/2021)

Ia mengakui jika Rumah Makan tersebut masih beroperasi namun mengelak dikatakan membiarkan
“Tidak apa apa itu kan berproses, kami akan memanggil dan memeriksa atas pelanggaran yang terjadi serta akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan institusi lainnya,” ujar Hj Chairijah SH MH

Dijelaskan tindakan Penutupan Sementara rabu 10/3 karena Rumah Makan tersebut telah melanggar Perbup nomor 8 tahun 2020

Diungkapkan pihaknya bersama Satpol PP hanya memberi tanda Penutupan Sementara di area pagar tempat usaha

Pasalnya jika di tutup total tempat usaha itu berfungsi juga sebagai tempat menginap, dan bisa saja tetap beroperasi di dalam rumah tanpa harus membuka pagar

Sementara Moh Suharto SH Kasi Pengamanan dan Penegakan Perda Satpol PP yang juga merupakan Penyidik PPNS membenarkan dan mendapat laporan terkait masih beroperasinya Rumah Makan Masakan Padang
“Kami bertindak tidak sendirian mas, jadi masih menunggu perintah dari Pimpinan serta refrensi dari Dinas terkait,” tutur Moh Suharto SH

Namun Ia menegaskan atas laporan terkait masih beroperasinya Rumah Makan yang di Tutup Sementara itu sudah ada koordinasi awal untuk melakukan langkah lanjutan dan tinggal menunggu waktu

Sebelumnya rabu 10/3 Rumah Makan Masakan Padang di Tutup Sementara oleh Petugas Satpol PP bersama BPPKAD

Penutupan dilakukan karena Pengelola Rumah Makan tersebut dianggap tidak kooperarif terutama menghindar dari pemasangan alat Elektronik penghitung Pajak.

(Her)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *