Diduga Pasca Normalisasi Plengsengan di Saluran Irigasi Gubuk Domas Pada Ambrol

Ketiga titik plengsengan yang ambrol di aliran irigasi gubuk domas, di Desa Tukum dan Wonokerto. (Dok Foto Riyaman/RadarBangsa.co.id)

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id – Plengsengan di Saluran Irigasi Gubuk Domas, tepatnya di desa Tukum dan desa Wonokerto, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pasca di lakukan normalisasi pada tahun 2021 lalu, hingga kini masih ada saja plengsengan yang ambrol.

Pasalnya, pada tahun 2021 lalu pihak DPUTR Kabupaten Lumajang melakukan normalisasi di aliran irigasi gubuk Domas. Dan saat normalisasi tersebut di duga pengerukan sendimen nya terlalu dalam, sehingga membuat pondasi pasangan plengsengan tersebut hingga menggantung.

Bacaan Lainnya

Dan pasca normalisasi pada tahun 2021 lalu, terpantau setidaknya ada tiga titik plengsengan yang ambrol. Namun saat itu langsung dilakukan perbaikan.

Dan hingga awal tahun 2023 ini, masih saja ada juga yang ambrol. Untuk awal tahun ini, terpantau ada tiga titik lagi yang ambrol, dan satu titik terlihat retak lebar.

Dari tiga titik plengsengan yang ambrol tersebut, satu titik sudah masuk dalam prioritas perbaikan di tahun ini.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (Ampel), Arsyad Subekti,┬ákepada media ini mengatakan, kalau pada tahun lalu pihaknya telah menduga kalau normalisasi yang dilakukan tersebut penggalian sendimen nya terlalu dalam dan jarak nya dari pasangan Plengsengan terlalu dekat. “Ya, itu terlalu dalam dan terlalu dekat jaraknya, sehingga pondasi plengsengan menggantung. Nah, ketika digerus air, jadinya ambrol,” kata Arsyad Subekti, Senin (30/1) Siang.

Yang jelas sekarang, terkait dengan perbaikan kembali, sebut Arsyad, itu kewenangan DPUTR Kabupaten Lumajang.

Sementara itu, PLT Kepala Dinas PUTR Kabupaten Lumajang, Agus Siswanto, ketika dikonfirmasi kantor berita Radarbangsa.co.id biro Lumajang, Senin (30/1) sore, melalui telepon selulernya, belum ada tanggapan secara kedinasan, hingga berita ini ditayangkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *