Diduga Terlibat Kasus Pembunuhan, Polisi Ringkus Ketua KNPB Maybrat

  • Whatsapp
Aparat Polisi dan TNI saat di TKP

SORONG, RadarBangsa.co.id – Polda Papua Barat melalui personil Polres Sorong Selatan berhasil meringkus AS, DPO kasus pengeroyokan yang terjadi di Kabupaten Maybrat. Akibat pengeroyokan tersebut, satu warga meninggal dunia dan satunya lagi mengalami luka serius di bagian wajah.

AS yang juga Ketua KNPB Maybrat ini, diduga kuat melakukan pengeroyokan, bersama 8 tersangka lainnya yang masih berstatus DPO. Kasus pengeroyokan tersebut terjadi di Kampung Sorry, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Sabtu (13/6/2020) lalu. Korban atas nama Frins Sewa, juga merupakan warga Maybrat, tepatnya Kampung Aisa. Korban Frins Sewa meninggal dunia, akibat bacokan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya.

Bacaan Lainnya

Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Adam Erwindi mengatakan, AS dinyatakan tersangka berdasarkan keterangan saksi sebanyak 3 orang. Ketiganya menyaksilan sendiri kejadian penganiayaan tersebut.

“Dalam kejadaian tersebut AS berperan sebagai yang mengahadang korban dan yang memukul pertama kali. AS juga membacok (korban) menggunakan parang, di bagaian belakang kepala korban,” ungkap Kabid Humas melalui rilis persnya, Kamis (2/7/2020).

Berdasarkan keterangan saksi pula, kemudian Polres Sorong Selatan sebelumnya mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO). Yaitu terhadap AS dan 8 orang tersangka lainnya, antara lain AF, YF, YFA, AF, BM, RF, SM, dan MF.

Kabid Humas menekankan, penangkapan terhadap AS, murni karena tindak pidana pembunuhan yang dilakukannya. Ia juga meminta 8 orang tersangka lainnya, agar segera menyerahkan diri untuk bertanggungjawab secara hukum, atas perbuatan yang telah dilakukan. “Bagi masyarakat yang mengetahui keberadan delapan tersangka ini, agar memberitahukan kepada pihak kepolisian. Karena barang siapa yang membantu menyembunyikan tersangka, juga dapat dikenakan sanksi pidana menurut KUHP,” tegasnya.

Sebagai informasi, kronologis kejadian pengeroyokan tersebut berawal saat korban Frins Sewa bersama keempat rekannya, hendak mengantarkan saksi III ke Kampung Tahsimara, Distrik Aifat Selatan. Kelimanya menggunakan mobil Toyota Avanza warna silver, nomor polisi PB 1790 AC.

Kelimanya berangkat dari Kampung Aisa, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, pada Sabtu subuh (13/6/2020) sekira pukul 01.00 WIT.

Sekitar pukul 02.00 WIT, saat tiba di Kampung Sorry, Distrik Aifat Selatan perjalanan mereka terhenti karena adanya pemalangan jalan. Dimana jalan tersebut merupakan akses menuju Kampung Tahsimara, lokasi tujuan mereka.

Kelimanya kemudian turun dari mobil dan menanyakan perihal pemalangan tersebut. Di lokasi pemalangan tersebut, mereka menjumpai AS serta 3 pelaku lainnya. Para pelaku saat itu tengah memegang sejumlah senjata tajam, seperti parang dan panah.

Pertanyaan korban dan kawan-kawannya dijawab oleh para pelaku tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka memalang jalan karena ada masalah. Namun saat menjelaskan, AS bersama 3 pelaku lainnya sembari melakukan penyerangan terhadap kelimanya secara tiba-tiba.

AS dan 3 pelaku lainnya kemudian menganiaya korban Frins Sewa, dan salah satu rekannya. Korban Frins Sewa ditebas dengan parang di bagian leher, sedangkan korban satunya lagi di bagian mulut.

Korban Frins Sewa sontak tak sadarkan diri, lalu kemudian meninggal dunia. Tubuhnya lalu diseret oleh para pelaku, ke samping badan jalan. Sementara ketiga rekan korban melarikan diri memasuki hutan.

Saat menerima informasi adanya kasus pembunuhan tersebut, anggota Polsek Aifat langsung menuju TKP, sekira pukul 06.00 WIT. Mereka lalu melarikan satu korban lainnya, ke Puskesmas Kumurkek untuk di rawat. Dari puskesmas korban lalu dirujuk ke RSUD Sorong Selatan. Sedangkan korban Frins Sewa masih berada di TKP.

(IL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *