DKPP Lamongan Bangun Jalan Produksi Perkebunan Sebanyak 33 Titik

Lamongan
Salah satu jalan perkebunan di Lamongan (Dok foro IST)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan tahun 2023 ini telah membangun jalan produksi perkebunan sebanyak 33 titik, dengan menelan anggaran kisaran Rp 5,9 miliar.

Pembangunan jalan produksi perkebunan yang sumber dananya dari DBHCHT itu dilakukan di delapan kecamatan penghasil tembakau, diantaranya, Kecamatan Sugio, Kedungpring, Mantup, Sambeng, Modo, Bluluk, Ngimbang dan Sukorame.

Bacaan Lainnya

Kabid Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan Bakhrudin menyatakan, pembangunan jalan produksi perkebunan di masing – masing lokasi tidak sama bentuk jalan yang dibangun.

“Ada pembangunan jalan yang hanya berupa urukan agregat dan sejumlah jalan lainnya ada yang dilakukan cor beton. Alokasi anggarannya berbeda, untuk urukan agregat per titiknya Rp 150 juta sedangkan untuk cor beton Rp 198 juta,” kata Bakhrudin, Senin (04/12).

Bakhrudin menjelaskan, pengerjaan 33 titik jalan perkebunan itu dilakukan mulai akhir bulan Agustus yang lalu. Pembangunan ini, kata dia, untuk memperlancar akses dalam usaha budidaya tembakau terutama untuk kelancaran pengangkutan hasil panen tembakau dan meminimalkan lossis panen.

“Sesuai SPK kontrak kerja hingga pertengahan Desember 2023 bulan ini. Sementara akhir bulan November kemarin pengerjaan sudah rampung semuanya, sudah 100 persen. Itu berarti lebih maju dan lebih cepat selesai dari kontrak yang ada,,” tutur Bakhrudin.

Lebih jauh, ia mengungkapkan, untuk ruas jalan produksi perkebunan lainnya, masih banyak yang perlu dilakukan peningkatan kualitas jalan, baik dengan urukan agregat maupun cor beton.

“Program jalan produksi perkebunan ini, diharapkan bisa terintegrasi atau terkoneksi dengan program pemerintah daerah Lamongan yakni jalan mulus Lamongan atau Jamula,” tandas dia.

Selain itu, lanjut Bakhrudin, dengan adanya pembangunan peningkatan jalan produksi ini, petani tembakau khususnya wilayah Lamongan dapat menikmati hasil panen yang signifikan dan juga mendapat untung yang berlimpah.
“Selisih biaya produksi dengan hasil panen tahun ini sangat signifikan dan akan menguntungkan bagi petani. Apalagi harga tahun ini cukup bagus dan kemungkinan besar tahun depan harga diperkirakan seperti tahun ini,” imbuhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *